Ruwaida Fajriasanti – Kaprodi Seni Kuliner
Para mahasiswa baru yang berminat masuk Prodi Seni Kuliner ini nantinya akan belajar mengenai Operasional Tata Boga, Pengolahan Dasar Roti Kue, serta Dekorasi Makanan. Dengan mempelajari metode dasar dalam memasak dan membuat hidangan oriental. Selain itu, di sini juga nantinya bisa belajar bagaimana merencanakan dan merancang sendiri menu untuk tema dan event tertentu.
Bukan hanya mata kuliah praktik, ada juga mata kuliah teori yang tentunya tidak kalah penting. Antara lain Komoditi Pangan, Perencanaan dan Desain Menu, Pengelolaan Jasa Boga, dan Supervisi Tata Boga. Di tingkat akhir, ada juga mata kuliah Kewirausahaan, di mana nantinya bisa praktik langsung membuat business plan, hingga memasarkan produknya.
Perlu diketahui bahwa kegiatan praktiknya dilaksanakan di dapur yang sudah didukung dengan berbagai fasilitas lengkap. Mulai dari main kitchen, pastry/bakery, dan satu buah gudang persediaan (store) dengan peralatan yang setara dengan dapur professional. Saat praktik, pendampingan bukan hanya dilakukan oleh dosen-dosen dari Poltekpar Lombok sendiri, tapi juga didampingi oleh pengajar dari industri dan pengajar tamu dari PTNP (Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) lain seperti STP Bali dan Poltekpar Makassar.
Pengembangan juga terus dilakukan baik dari dosen maupun mahasiswa. Seperti sejumlah kerjasama dengan SES (Senior Experten Service) Bonn Germany. Dan kokulikuler JJC (Junior Chef Club). Prodi Seni Kuliner juga aktif berpartisipasi di event daerah seperti Bau Nyale dan Pesona Ramadhan. (cr-ela)
Endang Sri Wahyuni, S.Pd., M. Pd – Kaprodi Usaha Perjalanan Wisata
Dari empat Prodi yang ada di Poltekpar Lombok, Prodi ini merupakan satu-satunya Prodi dengan jenjang pendidikan D4 yang setara dengan S1. Visi dari prodi ini adalah sebagai program studi unggulan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, memiliki daya saing internasional, dan berbasis kompetensi di bidang Pengaturan Perjalanan wisata.
Adapun kategori mata kuliah terbagi menjadi tiga, yakni functional (utama), core (inti), dan generic (umum). Di mana ketiga kategori mata kuliah ini terintegrasi satu sama lain. Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya yang dilakukan yaitu melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan, menyelenggarakan penelitian terapan, menjalin kerjasama dengan stakeholder dan instansi pemerintah, serta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat. Terdapat 61 mata kuliah yang tersebar di setiap semester selama empat tahun perkuliahan. Khusus untuk mata kuliah PKN (Praktik Kerja Nyata di Industri) sendiri, dilakukan pada semester lima dan berlangsung selama empat hingga enam bulan di travel agent baik di dalam maupun di luar daerah
Prodi ini juga sudah banyak melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan terbaru yang dilakukan yaitu melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja Lotim terkait penjajakan kerja sama kelembagaan, yakni mengenai mata kuliah Operasional Kapal Pesiar di Semester 7. (cr-ela)
Muhammad Ihdal Karomi, S.E., M.M. – Kaprodi Divisi Kamar
Dengan kurikulum berbasis kompetensi, berorientasi digital, dan kewirausahaan, para calon mahasiswa baru yang berminat masuk ke program studi ini akan mempelajari tentang bagaimana mengelola bisnis akomodasi seperti hotel, apartemen, villa, homestay, dan lain sebagainya. Terutama di bidang kantor depan, tata graha, dan binatu.
Tujuannya adalah untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi, dengan melaksanakan pendidikan vokasional yang berkualitas. Perlu diketahui pula bahwa D3 Divisi Kamar menjadi salah satu program studi dengan tingkat penyerapan praktik kerja lapang dan lowongan pekerjaan tertinggi dibanding program studi yang lainnya. Hal ini bedasarkan hasil wawancara dengan beberapa praktisi hotel, serta pengelola bisnis akomodasi lainnya. Sebab prodi ini memiliki dua skill kompetensi yang sangat unggul seperti Front Office dan Housekeeping.
Bahkan saat belum genap satu tahun berdirinya Poltekpar Lombok, mahasiswa program studi Divisi Kamar telah meraih prestasi di bidang GRO (Guest Relation Officer). Dengan meraih juara kedua di departemen front office, pada kejuaraan nasional di bawah Kementerian Pariwisata dan mengalahkan empat perguruan tinggi yang lebih dulu eksis sebelum didirikannya Poltekpar Lombok. (lrs)
Ramdah Radjab, S.Pd., M.EDL – Kaprodi Tata Hidang
Terakhir, ada program studi D3 Tata Hidang yang akan mengajarkan bagaimana tata cara menghidangkan makanan serta minuman secara terhormat di restoran dalam acara formal. Tidak hanya sebatas belajar di gedung perkuliahan saja, namun mahasiswa prodi Tata Hidang juga melakukan kegiatan praktiknya hingga ke Malaysia.
Selain pembelajaran yang mencakup 40 persen teori dan 60 persen praktik, mahasiswa Tata Hidang juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan berskala nasional. Misalnya seperti Festival Bau Nyale, Festival Tambora dan Teluk Moyo, serta skala Internasional pada acara Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) dan HUT TNI yang melibatkan sedikitnya 25 negara lain.
Program studi D3 Tata Hidang juga pernah mendapatkan juara bergengsi pada lomba Tray On The Road, pada ajang Kompetisi Pariwisata Indonesia di tahun 2018 serta 2019. Dimana lomba tersebut diikuti oleh seluruh perguruan tinggi pariwisata di seluruh Editor : Administrator