alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Dituding Korupsi, Mantan Kades Bonder Ancam Gedor Inspektorat Loteng

PRAYA-Mantan Kepala Desa (Kades) Bonder Hamzan mengancam akan menggedor kantor Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah. Kedua instansi itu dinilai telah menzaliminya. Karena begitu selesai menjabat sebagai kades, tiba-tiba muncul kasus dugaan korupsi yang menyeretnya.

“Dari mana angka kerugian negara itu,” tandas Hamzan, Minggu (30/5).

Dijelaskan, saat menjabat sebagai kades, sempat muncul angka sebesar Rp 700 juta. Bagi inspektorat anggaran sebesar itu tidak bisa dipertanggung jawabkan. Namun setelah dijelaskan dan disertai bukti, angka itu menjadi nol.

Hanya saja, dalam perjalanannya muncul lagi angka Rp 400 juta. Anggaran itu menyangkut pembangunan sarana dan prasarana pendukung masyarakat. Diantaranya sumur bor dan rabat jalan.

“Saya kemudian dituduh membangun asal-asalan. Sehingga menimbulkan kerugian negara,” kata Hamzan.

Baca Juga :  Soal Dugaan Penyalahgunaan Anggaran RSUD Praya, Kejari Masih Puldata

Dari hasil pemeriksaan jaksa, pihaknya dinilai melakukan indikasi pengurangan volume dan indikasi bangunan yang ada, tidak sesuai dengan perencanaan anggaran. “Kalau benar ada kerugian negara di mana saja poin kerugian itu. Saya siap mengembalikannya dua kali lipat,” tegasnya.

Senada dikatakan Ketua Tim Advokasi Agus Setiawan. Dia menegaskan, untuk meluruskan persoalan yang terjadi, tim advokasi dan sejumlah massa dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Laskar NTB akan mendatangi inspektorat dan jaksa. “Untuk inspektorat rencana Senin (hari ini),” kata Agus.

Bagi Agus, inspektorat harus bertanggung jawab. Karena gara-gara inspektoratlah muncul angka kerugian negara itu. Sedangkan jaksa hanya menerima hasil saja.

Langkah yang dilakukannya itu, bukan berarti ingin mengintervensi hukum. Melainkan, mencari kebenaran diatas kesalahan yang ada. “Saya menilai, ada pihak-pihak tertentu yang ingin memenjarakan mantan Kades Bonder ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen HUT Loteng Ke-76, Bupati Ajak Warga Bersatu Sukseskan WSBK

Pihak-pihak yang dimaksud, sudah diketahuinya. Atas dasar itulah, pihaknya akan menempuh jalur hukum, guna melaporkannya kembali ke polisi atau jaksa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng Fadil Regan mengatakan, dalam waktu dekat ini jaksa kembali memanggil beberapa saksi. Untuk melengkapi dan menyempurnakan kembali berkas perkara dugaan korupsi di Desa Bonder. Dalam perjalanannya, jaksa telah sepakat meningkatkan status perkara. “Itu dari penyelidikan menjadi penyidikan,” tandas Fadil.

Dia menekankan, peningkatan status perkara itu lantaran jaksa telah menemukan unsur pidana. Sehingga tinggal menunggu waktunya saja penetapan tersangka. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/