alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah dari Desa Teratak Enam Bulan Setelah Gempa

Sepertinya, pemerintah harus turun dan melihat langsung, bagaimana kondisi korban pascagempa, di wilayah utara Lombok Tengah. Karena, bantuan tidak selancar yang dibayangkan.

Dedi SS – Praya

=============

Pagi menjelang Salat Jumat, pukul 10.35 Wita Lombok Post, meninjau lokasi penanganan pascagempa di Dusun Montong Dau Desa Teratak, Kecamatan Batukliang. Dari 53 dusun, di 22 desa di tiga kecamatan yang terkena dampak. Dusun Montong Dau Desa Teratak, yang paling parah.

        Bisa dikatakan 98 persen rumah warga, atau 443 unit rumah rata dengan tanah. Sisanya, rusak sedang dan rusak ringan. Hanya saja, yang baru terbangun bisa dihitung dengan jari tangan. Kondisi seperti itulah, yang membuat Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, sampai turun tangan.

        Tidak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Korem 162/WB itu menurunkan 70 pasukannya, dari total 100 pasukan TNI untuk Loteng. Lalu, bagaimana cerita para korban pascagempa tersebut. Endrawati, satu dari sekian banyak korban di tempat itu, mengeluhkan lambannya penanganan pemerintah.

        Karena, kata Endrawati sudah tidak terhitung berapa kali, pemerintah bolak balik, datang dan pergi meminta data. Setelah itu, mereka menjanjikan segera dibangunkan rumah. Namun, sampai sekarang tidak ada, malah menghilang. “Lalu, sampai kapan saya menunggu,” keluhnya.

        Saat ini, Endrawati dan keluarga mendirikan pengungsian di dekat jalan raya Dusun Montong Dau. Untuk menyambung hidup, ia membuka warung kecil-kecilan. Nasib yang sama, dirasakan Herman. Hanya saja, ia beruntung. Karena, sudah menerima bantuan.

        Sudah empat hari ini, rumahnya dibangun. Ia memilih membangun rumah instan konvensional (Riko). Hanya saja, proses pembangunannya tidak selancar, seperti yang dibayangkan, atau yang disampaikan pemerintah di kalangan media. Itu karena, material bangunannya tidak cukup dan tidak lengkap. Bata dan krikil, selalu kurang. Sedangkan, semen terbatas.

        Kalau sudah seperti, maka bisa saja proses pembangunannya, berbulan-bulan lamanya. Padahal, kalau lengkap bisa berdiri dalam waktu 2-3 bulan saja. Pertanyaannya, kenapa memilih Riko. Herman mengatakan, kalau rumah instan sederhana sehat (Risha), lebih banyak kendala, dari pada solusi.

        Terbukti, lanjut Herman bangunan Risha tetangganya, yang masih berdiri kerangka panel nya saja, itu pun belum lengkap. Itu sudah beberapa minggu, bahkan bulan berjalan. “Ongkos tukang bangun Riko ini, sebesar Rp 10 juta,” bebernya.

        Bantuan yang diterima sebesar Rp 50 juta. Kalau dihitung-hitung,  kata Herman sebenarnya tidak cukup, sehingga mau tidak mau harus menyesuaikan. Caranya, mendirikan bangunan dengan ukuran standar, atau ukuran 6×6 meter, dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu dan satu ruang keluarga.

        Sambil menunggu rumah impiannya itu rampung, entah kapan, Herman dan keluarga mendirikan pengungsian di dekat lokasi pembangunan. Rata-rata bangunan pengungsian di tempat itu, beratapkan terpal dan seng. Kemudian, ada yang berdinding bedek, terpal bahkan kalsiboard. Lalu, lantai beralaskan tanah.(*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks