alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Puluhan Rumah Terendam Akibat Luapan Sungai Darek

PRAYA-Banjir menerjang Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah, Kamis sore (28/2). Ada enam dusun, dari 12 dusun yang terkena dampak. Ketinggian genangan air rata-rata mencapai 80 sentimeter. Penyebabnya, karena luapan air sungai.

        “Musibah yang satu ini, tumben terjadi. Semoga ini, menjadi bahan evaluasi kami,” ujar kepala desa (Kades) Darek Ismail Sahabudin pada Lombok Post, kemarin (1/3).

        Ke enam dusun yang dimaksud meliputi, Dusun Joet menggenangi 10 rumah kepala keluarga (KK), atau 40 jiwa. Kemudian, Dusun Baleluah 7 KK, atau 28 jiwa. Lalu, Dusun Bale Buwuh 5 KK, atau 20 jiwa. Dusun Jempong 25 KK, atau 100 jiwa. Dusun Bual 11 KK, atau 44 jiwa dan terakhir Dusun Tanggung 4 KK, atau 16 jiwa. “Totalnya, ada 62 KK atau 248 jiwa,” lanjut Sahabudin.

        Ia mengatakan, aliran sungai menyempit karena bangunan tembok rumah warga. Parahnya lagi, sampah dibuang sembarangan. Akibatnya, aliran sungai Darek meluap. Sejak awal, pemerintah desa sudah mengingatkan. Sayangnya, warga tidak mengindahkannya. “Alhamdullah, tidak ada korban jiwa,” cetusnya.

        Terpisah, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Loteng HL Muhammad Amin mengaku, langsung melakukan penyisiran, guna mengidentifikasi rumah-rumah warga, lokasi pengungsian, kesehatan hingga menyangkut urusan keamanan. Termasuk, menghitung kebutuhan sembako atau perlengkapan lainnya.

        “Pada pukul 17.24 Wita, jalan dari Desa Darek menuju Desa Ungga, terputus total karena tingginya genangan air,” beber Asisten I Setda Loteng tersebut.

        Begitu pula, lanjutnya rumah-rumah warga yang terkena dampak. Karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan, TRC meminta warga mengungsi di tempat-tempat yang sudah disediakan. Dalam hitungan puluhan menit, bantuan turun dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

        Bentuknya, ada beras, mi, makanan siap saji, selimut, pemper, pembalut, susu, sarden dan terpal. Hingga kini, kata Amin air bah mulai surut. Warga kembali ke rumah mereka masing-masing. “Untuk tim kesehatan, tetap siaga,” cetus Amin.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks