alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Lombok Tengah Ubah Rumah Mutiara Jadi Tempat Karantina Pasien Korona

PRAYA-Sedikitnya 50 tempat tidur disiapkan di rumah karantina pencegahan penyebaran Covid-19. ”Itu di rumah mutiara Indonesia (RMI),” kata Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, kemarin (1/4/2020).

Dia menerangkan, di lantai satu terdapat 29 kamar dan lantai dua 21 kamar. Fasilitas lengkap tersedia layaknya tempat penginapan. Yang kelak dikarantina cukup membawa pakaiannya saja. Selebihnya menjadi tanggung jawab pemkab. ”Kita siapkan dapur umur, pelayanan kesehatan dan keamanan,” ujar Nursiah.

Untuk kebutuhan makan dan minum tersedia tiga kali sehari. Sedangkan pelayanan kesehatan siaga 24 jam. Untuk keamanan dibantu personel Polres Loteng dan Kodim 1620/Loteng.

Siaga pula, pejabat dan pegawai satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM) lingkup pemkab secara bergiliran. Mereka yang menempati rumah karantina yaitu, yang baru turun dari pesawat melalui Lombok International Airport (LIA). Kemudian Pelabuhan Lembar Lombok Barat, dan atau Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Tercatat sudah 99 orang yang pernah memanfaatkan rumah karantina. Hasilnya, mereka tidak terjangkit Virus Korona. Selanjutnya, pemerintah desa/kelurahan dan pemerintah kecamatan harus mengawasi yang baru keluar dari rumah karantina. Itu berlaku sampai 14 hari, bahkan 21 hari kedepan.

Bupati Loteng HM Suhaili FT menegaskan, siapapun dan apapun jabatan dan pangkatnya wajib masuk rumah karantina. Jika menolak, apalagi melawan, maka pemkab dibantu TNI/Polri tidak segan-segan bertindak keras. Itu sebagaimana ketentuan aturan yang berlaku.

”Karena kami ingin pastikan, yang datang dari luar daerah dan luar negeri, sehat-sehat saja,” tekan Suhaili.

Dia tidak ingin, kedatangan mereka membawa penyakit. Kendati demikian, bukan berarti pemkab menolak kedatangan warganya. Melainkan melindungi warga secara keseluruhan. Sehingga alangkah baiknya, mereka yang ada di luar daerah jangan pulang dulu. Diam saja di tempatnya masing-masing. ”Kenapa kita gunakan RMI, karena lokasinya jauh dari pusat keramaian. Kemudian dekat bandara,” pungkas Suhaili. (dss/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks