alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Lombok Tengah Ubah Rumah Mutiara Jadi Tempat Karantina Pasien Korona

PRAYA-Sedikitnya 50 tempat tidur disiapkan di rumah karantina pencegahan penyebaran Covid-19. ”Itu di rumah mutiara Indonesia (RMI),” kata Sekda Lombok Tengah HM Nursiah, kemarin (1/4/2020).

Dia menerangkan, di lantai satu terdapat 29 kamar dan lantai dua 21 kamar. Fasilitas lengkap tersedia layaknya tempat penginapan. Yang kelak dikarantina cukup membawa pakaiannya saja. Selebihnya menjadi tanggung jawab pemkab. ”Kita siapkan dapur umur, pelayanan kesehatan dan keamanan,” ujar Nursiah.

Untuk kebutuhan makan dan minum tersedia tiga kali sehari. Sedangkan pelayanan kesehatan siaga 24 jam. Untuk keamanan dibantu personel Polres Loteng dan Kodim 1620/Loteng.

Siaga pula, pejabat dan pegawai satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM) lingkup pemkab secara bergiliran. Mereka yang menempati rumah karantina yaitu, yang baru turun dari pesawat melalui Lombok International Airport (LIA). Kemudian Pelabuhan Lembar Lombok Barat, dan atau Pelabuhan Kayangan Lombok Timur.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Berharap Hakim Membebaskan Empat IRT Itu

Tercatat sudah 99 orang yang pernah memanfaatkan rumah karantina. Hasilnya, mereka tidak terjangkit Virus Korona. Selanjutnya, pemerintah desa/kelurahan dan pemerintah kecamatan harus mengawasi yang baru keluar dari rumah karantina. Itu berlaku sampai 14 hari, bahkan 21 hari kedepan.

Bupati Loteng HM Suhaili FT menegaskan, siapapun dan apapun jabatan dan pangkatnya wajib masuk rumah karantina. Jika menolak, apalagi melawan, maka pemkab dibantu TNI/Polri tidak segan-segan bertindak keras. Itu sebagaimana ketentuan aturan yang berlaku.

”Karena kami ingin pastikan, yang datang dari luar daerah dan luar negeri, sehat-sehat saja,” tekan Suhaili.

Dia tidak ingin, kedatangan mereka membawa penyakit. Kendati demikian, bukan berarti pemkab menolak kedatangan warganya. Melainkan melindungi warga secara keseluruhan. Sehingga alangkah baiknya, mereka yang ada di luar daerah jangan pulang dulu. Diam saja di tempatnya masing-masing. ”Kenapa kita gunakan RMI, karena lokasinya jauh dari pusat keramaian. Kemudian dekat bandara,” pungkas Suhaili. (dss/r9)

Baca Juga :  Diguyur Hujan, Tembakau Virginia di Loteng Rusak, Ini Harapan Petani

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/