alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Soroti Angkutan Bodong dan PJU

MATARAM-Rapat bulanan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB membahas banyak isu dan aduan dari para pengguna jalan, Selasa (30/4) lalu. Salah satu yang mengemuka soal masih ditemukannya kendaraan plat hitam yang beroperasi di Terminal Mandalika.

“Aduan dari para sopir di sana (Mandalika), angkutan bodong ini (plat hitam) seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang,“ kata Ketua DPD Organda NTB Antonius Zaremba.

Akibat kondisi tersebut, para sopir angkutan kerap melakukan penghadangan kepada angkutan bodong. Sehingga jika dibiarkan dikhawatirkan akan menimbulkan gesekan yang lebih besar antar para sopir.

Menurut Anton, aduan ini sudah berulangkali disampaikan para sopir ke pengelola terminal. Namun belum ada respons yang ditunjukkan. Diharapkan melalui FLLAJ, persoalan tersebut bisa mendapat jalan keluar. “Mereka (sopir angkutan) menginginkan adanya penindakan yang dilakukan kepala terminal agar angkutan bodong di terminal tidak semakin menjamur,“ ujarnya.

Pengamat transportasi Rudy Razak menilai memang sudah seharusnya ada regulasi di kawasan terminal yang mengatur di zona mana saja kendaraan pribadi boleh masuk. Agar para pengantar dan penjemput penumpang juga bisa merasa aman. Munculnya gejolak di lapangan pun bisa diantisipasi.

Aduan warga lainnya soal pengujian kendaraan bermotor atau KIR di wilayah Kota Mataram yang dianggap tidak mengedepankan aturan. Beberapa sopir yang memiliki badan hukum setelah masuk dalam koperasi atau sebuah CV merasa dipersulit oknum petugas untuk lulus KIR

Selain itu, banyaknya penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sekitar kawasan Senggigi dan Narmada juga dikeluhkan. Selain rawan kecelakaan, kondisi ini juga berpotensi memunculkan tindakan kriminalitas.

Anwar, warga Batulayar yang hadir di rapat mengatakan, gelapnya kawasan Senggigi khususnya di sekitar Mangsit pada malam hari banyak dikeluhkan wisatawan. Persoalan ini juga sebenarnya sudah mereka sampaikan langsung ke bupati namun belum ada solusi. “Karena gelap, di kawasan ini juga banyak anjing liar tertabrak dan bangkainya dibiarkan begitu saja di jalan,“ keluhnya.

Akibat kondisi tersebut, di sekitar lokasi kerap memunculkan aroma tak sedap. Sehingga sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan para wisatawan yang melintas. Mereka menginginkan dinas terkait bisa responsif untuk melakukan pembersihan. (ida/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks