alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

11 Dokter Spesialis dan 19 Perawat RSUD Praya Positif Korona, Layanan Umum Ditutup Sementara

MATARAM-Jumlah tenaga kesehatan yang positif terinfeksi korona terus bertambah di NTB. Bahkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, sebanyak 11 dokter spesialis dan 19 perawat dipastikan positif terinfeksi virus Korona.

Hari ini, seluruh layanan poliklinik di RSUD Praya pun ditutup. Seluruh ruang poliklinik dikosongkan untuk kepentingan sterilisasi. Manajemen rumah sakit menyebut penutupan hanya akan berlangsung selama satu hari. Namun, bagaimana kelanjutan pelayanan polikilinik setelah sterilisasi belum dipastikan akan seperti apa.

Staf Ahli Bupati Lombok Tengah Murdi kepada Lombok Post, kemarin (1/6) mengungkapkan, dengan 11 dokter spesialis yang positif terinfeksi virus Korona, RSUD Loteng kini hanya memiliki enam dokter spesialis yang bisa berdinas. Dia belum bisa merinci dokter spesialis apa saja yang bisa berdinas tersebut. Termasuk bagaimana mengatur pelayanan selanjutnya. Saat ini, selain menjadi tempat perawatan intensif pasien positif Korona, RSUD Praya juga adalah rumah sakit rujukan untuk seluruh puskesmas di Lombok Tengah.

Murdi juga belum bisa merinci secara pasti, bagaimana kelanjutan pasien positif terinfeksi Korona akibat 11 dokter spesialis yang berdinas di RSUD Praya tersebut juga terinfeksi. Mengingat, para dokter tersebut akan tidak bisa berdinas dalam waktu yang lama. Sementara pasien positif terinfeksi Korona yang kini diisolasi di RSUD Praya dan tiga tempat karantina lainnya di Loteng juga memerlukan penanganan dokter spesialis. Apalagi untuk pasien positif yang tidak berpenyakit tunggal.

Kemarin, Murdi sendiri telah melihat langsung kondisi pelayanan di RSUD Praya dan beberapa puskesmas. Dan di tengah kondisi tersebut, Pemkab Loteng memutar otak. Murdi menjelaskan, Pemkab akan memaksimalkan posisi seluruh puskesmas di Loteng untuk menjadi garda terdepan penanganan pasien positif terinfeksi Korona. Total di 12 kecamatan di Loteng, terdapat 28 puskesmas.

“Tenaga kesehatan yang ada, kita kuatkan dan maksimalkan,” kata Murdi. Dia menyebut masih ada 25 dokter umum, 400 perawat dan 160 bidan di Lombok. Selain juga tenaga medis yang kini ditempatkan di empat titik lokasi karantina. Dia menyebutkan, seluruh tenaga medis di puskesmas tersebut sudah dilengkapi alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan alat kesehatan.

Murdi memastikan, apa yang terjadi di Loteng harus menjadi pelajaran. Termasuk juga bagi warga. Bahwa siapa pun bisa terjangkit dan tertular Virus Korona. Sehingga diperlukan kesadaran dan kedisiplinan mematuhi serta menjalankan protokol kesehatan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Loteng H Omdah mengungkapkan, tenaga medis yang bekerja di puskesmas masih sangat bisa diandalkan. Kecuali, satu orang perawat di Puskesmas Mangkung, Kecamatan Praya Barat. Dari hasil rapid test, perawat tersebut diketahui reaktif. Saat ini, masih menunggu hasil swab test.

“Saat ini sedang menjalani isolasi di Balai Karya Praya,” kata Omdah. Sementara untuk tenaga medis lainnya di 28 puskesmas, pihaknya merencanakan rapid test secara bertahap.

Secara keseluruhan sebanyak 42 orang warga Lombok Tengah kini telah dipastikan positif terinfeksi Korona dan sedang menjalani perawatan medis dengan diisolasi. Sementara yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) 10 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 16 orang. Kemudian berstatus orang tanpa gejala (OTG) 236 orang dan pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG) 99 orang.

Penambahan ini membuat angka penularan korona pada tenaga medis di NTB terus bertambah. Sebelumnya 27 Mei lalu Dinas Kesehatan NTB melansir 67 tenaga medis di seluruh unit layanan kesehatan di NTB positif korona.

 

Positif Korona NTB Terus Bertambah

 

Sementara itu, dari hasil uji swab terhadap 125 sampel per 1 Juni kemarin, sebanyak 103 sampel hasil tesnya negatif. Sebanyak empat sampel ulangan negatif, dan 18 sampel di antaranya positif Covid-19. Kali ni tidak ada penambahan pasien sembuh, justru penambahan pasien meninggal dunia.

Tren penambahan kasus pasien positif kini justru disumbang tenaga medis. Dari 18 tambahan positif baru, 13 di antaranya merupakan tenaga medis, sebagian besar berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam rilis tidak disebut secara spesifik tenaga medis, namun dari keterangan riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19, itu menunjukkan mereka tenaga medis. Meurujuk pada data itu, 10 orang tenaga medis bertugas di Lombok Tengah, dua orang di Lombok Barat, dan satu orang tugas di Sumbawa.

Menanggapi situasi terus bertambahnya tenaga medis yang positif terinfeksi Korona, Kepala Dinas Kesehatan NTB Hj Nurhandini Eka Dewi mengungkapkan, jumlah tenaga medis diatur sesuai jumlah tenaga yang ada.

”Kapasitas pelayanan yang disesuaikan (dengan tenaga medis),” katanya.

Ia memastikan, saat ini tenaga medis untuk menangani Covid-19 masih cukup. Meski demikian untuk mengantisipasi kekurangan jumlah tenaga, mereka melakukan rekrutmen tenaga medis untuk penanganan pandemi Covid-19. Namun ia tidak menyebut jumlah tenaga yang direkrut.

”Kalau sarana prasarana relatif cukup, SDM kita sedang rekrut perawat dan dokter untuk masa pandemi,” katanya.

Eka mengatakan, pemerintah menyiapkan dana insentif kepada para tenaga medis yang bertugas. Dana insentif yang sudah dibagikan mencapai Rp 1,6 miliar. ”Kita sudah mengajukan untuk tahap berikutnya lagi,” jelasnya.

 

Korban Meninggal

 

Di sisi lain, jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia terus bertambah. Bila sebelumnya angka kematian bertahan di tujuh kasus. Kini bertambah menjadi 13 orang.

Kasus terbaru, dua orang pasien meninggal dunia yakni pasien nomor 561, Tn. H, laki-laki, 66 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dan pasien nomor 669, Ny. J, perempuan, 62 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dengan penambahan itu, persentase pasien meninggal naik menjadi 1,9 persen dari 670 kasus pasien positif Covid-19 di NTB. ”Ini menjadi kabar duka bagi kita semua,” katanya.

Penambahan kasus meninggal itu diharapkan menjadi peringatan agar warga semakin waspada. Sebagian besar yang meninggal adalah warga usia lanjut dan balita. ”Dua kelompok usia ini memang berisiko tinggi,” kata Kadikes NTB.

Hingga kemarin, total kasus positif Covid-19 di NTB 670 orang. Dengan perincian 292 orang sembuh, 13 meninggal dunia, serta 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi mengingatkan warga untuk tetap waspada. Di sisi lain, warga tidak boleh memberikan stigma negatif pada pasien positif. ”Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Jika salah satu warga kita terpapar maka tidak boleh bersikap paranoid serta mengucilkan mereka,” imbuhnya.

Dengan disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19, serta mematuhi anjuran pemerintah penularan bisa dicegah. ”Sangat kecil kemungkinannya terpapar wabah ini,” katanya.

Selain itu, terhadap kelompok usia bayi dan balita yang sangat rentah terjangkit, diharapkan orang tua lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya. ”Tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,” tandasnya. (dss/ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks