alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Berwisata di Kolam Renang Matra Praya

Gempa Lombok tak melulu soal kerusakan dan kerugian. Kolam Renang Matra di Praya adalah salah satu yang merasakan dampak positif secara tak langsung dari musibah itu.

DEDI SS, Praya

==============

”Pernah sehari, kami menghasilkan uang sebesar Rp 12 juta. Ini sejarah buat saya,” ujar pengelola kolam renang Matra Praya Lalu Mahayudi.

Itu beberapa kali terjadi pada momen gempa tahun lalu. Para pengunjung tumpah ruah dari pagi hingga sore  hari. Penyebabnya, karena mereka takut berwisata ke kawasan pantai, khawatir tsunami. Sedangkan area pegunungan dihantui potensi longsor. Jadilah tempat wisatanya ketiban untung.

Kendati tentu saja tak berharap musibah, ia memanfaatkan betul momen manis yang sempat berlangsung hingga awal tahun ini. ”Kolam renang Matra ini, berdiri sejak tahun 2004. Ini aset pemkab,” ujarnya lagi.

Dia mulai menggelolanya 2006-2011 lalu, kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 2017 hingga sekarang. Nilai kontraknya, Rp 20 juta untuk tahun. Dengan tiket masuk yang hanya Rp 10 ribu untuk satu orang, tempat wisata ini sangat terjangkau. Terlebih lokasinya ada di pusat kota.

Dengan tarif yang sangat terjangkau itu, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh fasilitas yang ada di dalam kolam. Ada kolam renang dengan kedalaman 50 sentimeter (cm) berukuran 5×5 meter. Ada kolam dengan kedalaman 1 meter berukuran 5×9 meter. Terakhir, kolam dengan kedalaman 1,7 meter berukuran 8×25 meter.

Memastikan pengunjung puas dengan pelayanan, kini tersedia 10 kamar mandi, sekaligus ruang bilas, dan ruang ganti pakaian. Ada juga warung, musala. Saat ini pihaknya juga akan menyiapkan restoran hingga seluncuran air. ”Dari kolam inilah, muncul perenang terbaik daerah,” beber Miq Yudi.

Bagi pengunjung yang tidak bisa berenang dan ingin belajar, pengelola menyiapkan pelatih. Inilah terobosan lain kolam renang tersebut. Tak semata mencari keuntungan, namun ada sisi pengembangan olahraga yang juga dilakukan. (r9/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks