alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Polda Cium Ulah Provokator di Balik Sengketa Lahan Mandalika

MATARAM-Klaim kepemilikan lahan di lintasan sirkuit MotoGP masih bergejolak. Disinyalir, ada provokator yang membuat keruh persoalan itu. ”Saya ingatkan, kalau ada orang yang tidak berkompeten membuat penyelesaian persoalan lahan di KEK Mandalika menjadi gaduh akan saya tindak,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal saat ditemui di Mapolda NTB, kemarin (1/9).

Menurutnya, ada segelintir orang yang memanfaatkan momen tersebut. Memiliki motif ekonomi dan keuntungan pribadi. ”Kalau ada unsur pidananya terhadap orang-orang itu, kami tidak segan menindaknya,” peringatnya.

Warga diminta untuk tidak terprovokasi dengan orang yang tidak berkompeten dalam penyelesaian klaim lahan tersebut. Koridor hukum telah memberikan ruang untuk menyelesaikan. ”Silakan gunakan jalur itu (proses hukum),” ujarnya.

Untuk membuktikan segala bentuk klaim lahan itu bukan wewenang polisi atau masyarakat sendiri. Melainkan melalui pengadilan. ” Yang berbicara pembuktian itu adalah pengadilan. Bukan perseorangan,” jelasnya.

Jika masyarakat dinyatakan berhak atas lahan tersebut berdasarkan putusan pengadilan yang inkrah, PT ITDC selaku pengelola KEK Mandalika harus membayar itu. ”Begitu sebaliknya, jika PT ITDC dinyatakan menang warga juga harus menerima. Itu kan fair,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, kepolisian hanya ingin menciptakan pemeliharaan keamanan yang kondusif. Terlepas lahan yang diklaim warga itu sah atau tidak secara hukum. ”Tim terus bekerja melakukan pendekatan ke masyarakat. Bagi kami keamanan adalah nomor satu,” kata dia.

Menurut Kapolda Pembangunan sirkuit MotoGP merupakan proyek strategis nasional. Proyek tersebut harus disukseskan. ”Ini untuk masyarakat NTB,” kata dia.

Jenderal bintang dua itu optimis masalah lahan dapat diselesaikan. Tentunya, penyelesaiannya jangan sampai membuat kegaduhan. ”Mari kita sama-sama menyelesaikan persoalan ini dengan dialog dan aturan hukum yang ada. Agar NTB tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Dari catatan tim percepatan penyelesaian lahan KEK Mandalika tercatat ada 12 bidang lahan yang berada di lintasan sirkuit masih diklaim warga. Menurut tim tersebut, masyarakat tidak bisa menunjukkan alas hak bukti kepemilikan yang jelas.

Dari hasil verifikasi, terdapat 42 bidang lahan yang masuk tanah enclave. Saat ini masih dalam proses pembayaran secara konsinyasi atau pembayaran dititip melalui pengadilan. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks