alexametrics
Senin, 25 Mei 2020
Senin, 25 Mei 2020

Siaga Korona, Wabup Loteng Sorot Kepala Puskesmas yang Sering Matikan HP

PRAYA-Wakil Bupati HL Pathul Bahri menyoroti beberapa kepala puskesmas yang sulit dihubungi telepon genggamnya. ”Saya tidak perlu menyebutkan siapa dan di mana tempat tugasnya,” ujar wabup, kemarin (2/4).

Bagi yang merasa, diminta cepat-cepat memperbaiki diri. Karena wajib hukumnya telepon genggam aktif 24 jam, tidak ada hari libur. Hal tersebut penting, demi ikhtiar mempercepat koordinasi dan komunikasi, pencegahan penularan Covid-19.

Puskesmas juga berperan dalam penanganan orang dalam pengawasan (ODP). Bahkan pasien dalam pengawasan (PDP). Karena puskesmas berada di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mereka wajib menjadi bagian dari garda terdepan. Jika tidak mampu, barulah dirujuk ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Praya.

”Sekali lagi saya sampaikan, tolong kepala-kepala puskesmas aktifkan HP,” tekan wabup.

Dia mengancam yang tak mengindahkan aturan akan diberikan sanksi tegas. Total puskesmas di Loteng 28 unit. Wabup menceritakan, beberapa hari lalu sempat mampir ke Puskesmas Aik Darek, Kecamatan Batukliang. Ditempat itu, terdata jumlah warga yang pulang dari luar daerah dan luar negeri 82 orang.

Mereka ditetapkan dalam pengawasan puskesmas, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Potret semacam itu, pesan dia harus dijadikan contoh bagi puskesmas lain. Karena dipastikan masih ada, bahkan banyak warga Loteng, yang akan pulang kampung. Sehingga deteksi dini menjadi penting dilakukan.

”Kalau ada yang seperti itu, yang disampaikan wabup. Saya tandatangani surat pindahnya, tidak perlu menunggu mutasi,” ancam Bupati Loteng HM Suhaili FT.

Dia memerintahkan Sekda Loteng HM Nursiah dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng HM Nazili untuk mendata. Lalu siapkan surat keputusan (SK) perpindahan mereka. Soal kemudian Kemendagri RI atau KASN melarang, pihaknya siap menerima sanksi.

”Karena ini menyangkut darurat musibah nonalam. Kita harus siaga kapanpun, siapapun dan di manapun,” tegas Suhaili.

Tidak ada alasan untuk tidak mengaktifkan telepon genggam. Hal itu juga berlaku bagi seluruh pejabat organisasi perangkat daerah (OPD). ”Jangan matikan HP,” tekannya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Covid-19, Seleksi Alam, dan Pentingnya Alat Pelindung Diri

PEMERINTAH memutuskan agar masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan dan berdamai, dengan Covid-19 agar tetap produktif. Suatu keputusan pasti mengandung suatu risiko. Pengambilan keputusan agar...

Pria di Dompu Dibacok Depan Istrinya Usai Salat Subuh

DOMPU-M Ali warga Desa Katua menjadi korban pembacokan usai salat subuh, Sabtu (23/5). Pria 45 tahun ini dibacok di depan istrinya. Korban mengalami dua luka...

Dua Tenaga Medis di Lombok Barat Positif Korona

GIRI MENANG-Dua orang tenaga medis di Lombok Barat (Lobar) terkonfirmasi positif korona. Saat ini, keduanya sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan dalam kondisi...

Kisah Tenaga Medis RSUD Selong harus Berlebaran di Ruang Isolasi Sambil Merawat Pasien Korona

SELONG – "Kami lebaran di sini saja. Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.’. Kalimat itu tertulis di dua lembar kertas putih....

Wabah Korona, Kemendagri Optimis Pilkada Serentak Tetap Digelar 9 Desember

JAKARTA--Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusulkan agar pemungutan suara tetap dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Plt...

Sehari Bertambah 526 Orang, Korona di Indonesia Naik Menjadi 22.271 Kasus

JAKARTA--Terus Meningkat,  pasien positif Covid-19 di Indonesia masih mengalami peningkatan. Per Minggu (24/5) bertambah 526 kasus baru. Total pasien positif virus Korona di Indonesia...

Paling Sering Dibaca

Dalam Sehari, 10 Bayi dan Balita di Lombok Positif Terjangkit Korona

MATARAM—Jumlah bayi dan balita terjangkit korona di NTB terus bertamah. Jumat (22/5) kemarin sedikitnya lima bayi  dengan rentang usia satu sampai tujuh bulan positif...

Polres Mataram Tembak Komplotan Pembobol Mesin ATM

MATARAM-Jejak pelaku pembobol mesin ATM Wira alias Ceking dan Ibat alias Jarwo terhenti. Mereka diringkus tim opsnal Satreskrim Polresta Mataram, Kamis (21/5).   Mereka tertangkap di...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Malam Lebaran, Korona NTB Naik Jadi 474 Orang, Tidak Ada Tambahan Pasien Sembuh

MATARAM—Kasus positif korona di NTB kembali merangkak naik. Sabtu (23/5) Pemprov NTB mengumumkan 10 kasus positif baru. Hal ini merupakan hasil  pemeriksaan 73 sampel...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...