alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

18 Kelompok Usaha Prasejahtera Mati Suri

PRAYA-Dari 205 kelompok usaha prasejahtera di Lombok Tengah, 187 kelompok diantaranya masih aktif. Sisanya, 18 kelompok mati suri. Penyebabnya, karena persoalan modal usaha, pengurus dan anggota kelompok yang tidak aktif.

“Ini menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) Dinas P3AP2KB Loteng Siamin Fariady pada Lombok Post, Sabtu (2/3).

Kedepan, pihaknya berjanji akan meningkatkan status kelompok aktif, menjadi kelompok berkualitas dan unggul. Yang tidak aktif, menjadi aktif. Yang ingin memulai usaha, disiapkan bantuan. Baik modal, pendidikan maupun pelatihan. “Bahkan, akses pemasaran,” cetusnya.

Mereka yang masuk dalam kelompok prasejahtera tersebut, meliputi para Lansia, para janda yang ditinggal meninggal dunia suami, namun memiliki tanggungan anak. Termasuk, kata Fariady menyasar bina keluarga ibu-ibu dan bina keluarga remaja.

“Semoga, kedepan lebih baik lagi,” cetus Fariady, didampingi Ketua asosiasi kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera NTB HL Burhan.

Apalagi, tambah Fariady Bupati HM Suhaili FT, telah menandatangani kerja sama dengan Permodalan Nasional Madani (PNM). Itu artinya, jaminan modal usaha sebesar Rp 2 juta dari pemerintah sudah jelas, ditambah subsidi bunga pinjaman sebesar Rp 500 ribu.

“Syaratnya, cukup dengan KTP dan kartu keluarga (KK) per kelompok,” sambung Ketua asosiasi kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera NTB HL Burhan.

Di NTB, bebernya ada 1.054 kelompok. Dari jumlah itu, pemerintah provinsi menyeleksi kelompok usaha yang dimaksud. Alhasil, ditemukan 100 kelompok berkualitas dan unggul. 10 diantaranya di Loteng. Kedepan, usaha mereka akan diselaraskan dengan program terpadu tim penggerak PKK.

Dengan harapan, lanjut mantan Kepala BKKBN NTB tersebut, akan terjadi pergeseran status ekonomi kelompok, dari prasejahtera menjadi sejahtera. Ia optimis, program semacam itu akan mempercepat penanganan angka kemiskinan. “Insya Allah,” cetus Burhan.(dss)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks