alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Satu Positif Korona, Warga Bagu Perketat Pengawasan Akses Keluar Masuk Desa

PRAYA—Sementara itu, Dinas Kesehatan Lombok Tengah bergerak cepat menyusul Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut kini menjadi zona merah virus Korona di NTB. Hal ini menyusul adana satu warga Bagu, kecamatan Pringgarata positif korona.

“Begitu kami mengetahuinya, kami langsung bergerak melakukan penyemprotoan disinfektan,” kata Kadikes Loteng H Omdah pada Lombok Post, kemarin (3/4).

Itu dilakukan di rumah H, kemudian di rumah-rumah tetangganya sampai lingkungan sekitar. Dikes menginginkan sejumlah dusun di sana, bila perlu Desa Bagu di-lockdown. Itu sebagaimana arahan Bupati Loteng HM Suhaili FT, guna memutuskan rantai penyebaran Virus Korona.

Kemarin, Dikes juga telah memeriksa langsung istri dan anak H ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Hasil dari pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda seperti demam, batuk, atau sesak napas seperti gejala klinis mereka yang terinfeksi virus Korona. Namun begitu, istri dan anak H tetap dimasukkan dalam status Orang Dalam Pemantauan sehingga kondisinya akan terus dipantau.

Sebelumnya juga, rumah H telah lebih dulu dipasang stiker penanda bahwa H adalah ODP setelah dia pulang dari bekerja di kapal pesiar.

Di sisi lain, Dikes NTB masih memiliki pekerjaan rumah. Yaitu mencari tahu dan mendata dimana dan siapa yang telah bertemu dengan H semenjak dia pulang dari bekerja di kapal pesiar 16 Maret lalu hingga kemudian diisolasi di RSUP NTB.

Omdah mengatakan, saat ini, tim surveillance telah bekerja. Mereka bergerak cepat menemukan orang-orang yang dimaksud. Paling tidak hitungan jam atau puluhan jam kedepan sudah ditemukan. Jangan sampai berhari-hari. Setelah itu, barulah mereka dibawa ke RSUD Praya dan ditetapkan orang dalam pemantauan (ODP).

“Kami bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, kepala desa (kades), kepala dusun (kadus), Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Omdah.

Dia berharap, bagi yang merasa pernah bertemu dan bertatap muka dengan H, dipersilakan cepat-cepat melapor ke Dikes Loteng, atau RSUD Praya, atau posko ikhtiar pencegahan penularan Virus Korona dan atau puskesmas-puskesmas terdekat. “H ini bekerja di kapal pesiar. Dia pulang 16 Maret lalu melalui Pelabuhan Lembar Lombok Barat,” cerita Omdah.

Begitu sampai di tempat tinggalnya, pemerintah desa berkoordinasi dengan pemkab. Hingga H masuk ODP selama 14 hari. Namun dalam perjalanannya, kondisi kesehatan H tidak pulih, demam tidak berhenti-henti. Sehingga bersangkutan berobat ke salah satu klinik swasta di Lingsar Lobar dan terakhir dibawa ke RSUP NTB.

Dia menambahkan, data terakhir ODP di Loteng sebanyak 55 orang. 28 orang diantaranya lepas pantau. Sisanya 27 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan PDP sebanyak delapan orang. Lima diantaranya dipulangkan ke rumah masing-masing. Sisanya tiga orang masih di isolasi di RSUP Praya.

Ditutup Total

Sementara itu, Babinsa Desa Bagu Kodim 1620/Loteng Serka Lalu Zulkarnain kepada Lombok Post menuturkan, tadi malam, akses-akses jalan menuju 12 dusun di Desa Bagu sudah di tutup  oleh warga. Ada yang menggunakan kursi dan meja, papan hingga bambu. Termasuk gang-gang rumah. Hal itu dilakukan warga setelah informasi salah satu warga Bagu positif Korona menyebar.

Warga tidak ada yang berani keluar rumah. Gerbang rumah dan pintu-pintu rumah juga di tutup lebih awal. Warga khawatir tertular. Begitu pula toko-toko, kios, hingga warung-warung nasi.

“Begitu selesai Salat Magrib, langsung sepi di desa kami ini. Seperti desa mati saja,” katanya.

Setiap orang yang melintasi jalan desa juga ditanya kemana tujuannya. Jika tidak memiliki kepentingan, maka dipersilakan kendaraannya kembali.

Kendati demikian, lampu-lampu penerang jalan tetap menyala. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya bersama kepala dusun (kadus), badan keamanan desa (BKD) dan tokoh masyarakat desa bersiaga. Sekaligus menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara masjid dan musala.

Isinya, agar warga tetap tenang, jangan panik, dan takut. Kemudian tetap antisipasi penyebaran Virus Korona. Dengan cara, rajin-rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker.

“Sedangkan untuk lockdown dusun dan desa, kami masih menunggu kebijakan pemerintah desa,” ujarnya. (ili/dss/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks