alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Warga Praya Timur Duduki Kantor Bawaslu

PRAYA-Perwakilan warga di beberapa desa, di Kecamatan Praya Timur, menduduki kantor Bawaslu Loteng, kemarin (3/5). Mereka menuntut, Bawaslu dan kepolisian mengusut dugaan tidak netralnya oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), di Pujut. ”Itu karena, suara calon kami di Golkar, dipindah ke calon lain di Golkar juga,” ujar Amaq Heran, salah seorang massa pada Lombok Post.

Akibatnya calon yang diusung warga di dapil Pujut-Praya Timur gagal melenggang sebagai wakil rakyat. Aksi warga dikawal ketat personel kepolisian. Sebelumnya, Kamis malam (2/5) warga menyerbu PPK Pujut. Alhasil, rakapitulasi suara di tempat itu, terpaksa dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Di kantor Bawaslu, warga diterima Wakapolres Loteng Kompol Haris Dinzah. Kemudian, Koordinator Staf Bidang Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Loteng Eko Rusamsu.

Orang nomor dua dijajaran Polres Loteng tersebut, berusaha menenangkan warga, sembari menunggu keputusan Bawaslu. ”Mari kita jaga kondusifitas daerah,” seru Dinzah.

Sedangkan Koordinator Staf Bidang Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Loteng Eko Rusamsu mengatakan, butuh waktu menyikapi setiap laporan masyarakat. Pihaknya juga butuh bukti, bisa dalam bentuk rekaman, atau dokumentasi. ”Dari 12 PPK di Loteng, PPK Pujut yang masih panas,” ujarnya.

Hingga saat ini, tidak ada satupun PPK di Loteng, yang sudah menyelesaikan pleno. Itu karena, sederetan masalah yang muncul. Akarnya, tidak sinkronnya data C1, dengan C1 Plano. Akibatnya, PPK terpaksa melakukan penghitungan ulang C1 Plano, bahkan membongkar seluruh kotak suara. ”Semua PPK mengalaminya,” cetus Eko.

Potret semacam itu, membuat Bawaslu memprediksikan butuh waktu lama, dalam menyelesaikan rekapitulasi di tingkat PPK. Padahal, KPU memberikan batas waktu hingga Sabtu hari ini. ”Sampai ada beberapa PPK, satu desa saja bisa menghabiskan waktu 2-3 hari. Luar biasa lama,” sindirnya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks