alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Tenaga Kerja Lokal Masih Minim Bekerja di KEK Mandalika, Ini Penyebabnya!

PRAYA-Sertifikasi keahlian menjadi kendala tenaga kerja lokal asal Lombok Tengah tidak banyak diterima bekerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Rata-rata mereka tidak memiliki dokumen itu. Di satu sisi, mereka sebenarnya ahli dalam bidangnya masing-masing.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng Dedet Zelthauzallam pada Lombok Post, Jumat (4/2).

Hal itu mencuat saat, pihaknya bersama Bupati Loteng HL Pathul Bahri bertemu Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (26/1) lalu. Dijelaskan, dalam pertemuan itu pemkab berharap menaker membantu memediasi dan memfasilitasi dengan pihak ITDC.

Baca Juga :  Pantai Lancing, Objek Wisata di KEK Mandalika yang Ramai Pengunjung

Kemudian membantu mengalokasikan anggaran, program kerja dan regulasi, guna memfasilitasi para tenaga kerja lokal mendapatkan sertifikasi lewat pendidikan dan pelatihan. “Karena percuma misalnya mahir membuat kerajinan kue, tapi tidak memegang sertifikat,” papar Dedet.

Untuk itu, warga yang merasa belum memiliki sertifikasi keahlian, maka segera melaporkan diri ke UPTD BLK Disnakertrans Loteng. Yang pasti, Kemnaker RI siap membantu. Menurut rencana, 18 Februari mendatang tim dari mereka akan turun meninjau.

Dia menegaskan, lewat intervensi dari menaker kedepannya, maka tidak ada alasan apapun bagi tenaga kerja lokal tidak diterima di KEK Mandalika. “Inilah bentuk perjuangan bupati dan wakil bupati,” tandas Dedet.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Loteng Lalu Karyawan mengatakan, selama pandemi Covid-19 tidak ada perusahaan di Gumi Tatas Tuhu Trasna yang sampai mengeluarkan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK). “Kecuali, dirumahkan saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Kementerian PUPR Gelontorkan Rp 86 Miliar Untuk Beautifikasi Tiga Lokasi

Begitu kondisi sudah stabil dan normal, maka mereka akan dipanggil kembali. “Untuk melahirkan tenaga-tenaga terampil, maka kita siapkan pendidikan dan pelatihan,” ujar mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Loteng tersebut.

Dengan harapan, mereka bekerja secara profesional dan proporsional. Tidak mesti menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) keluar negeri. Karena di daerah sendiri peluang pekerjaan banyak. “Salah satunya, di KEK Mandalika,” tegasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/