alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Fasum di Permukiman Warga Terdampak Sirkuit Mandalika Dipastikan Lengkap

PRAYA-Pembangunan permukiman warga yang terdampak pembangunan di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah terus dikebut. Wakil Bupati Loteng HM Nursiah menargetkan dalam beberapa bulan ke depan rampung total.

“Dan, warga terima beres menempati rumah-rumah yang dimaksud,” kata Nursiah saat meninjau lokasi pembangunan rumah di HPL 94 di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Senin (4/4).

Dikatakan, rumah-rumah warga pastinya dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendukung. Seperti listrik, air bersih, musala, posyandu, jalan raya, dan drainase atau layaknya permukiman warga. Pemkab berharap warga menjaga dan memeliharanya sehingga bertahan lama.

Di permukiman warga itu juga akan disiagakan tenaga kesehatan. Sedangkan pelayanan pendidikan tersedia di dusun tetangga atau tidak jauh dari HPL 94. Lahan dari pembangunan permukiman warga itu sendiri disiapkan oleh ITDC. Sedangkan pemkab membantu dari sisi fisik.

Baca Juga :  Jelang WSBK, Imigrasi Siapkan Enam Konter Pemeriksaan di Bandara Lombok

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga berdialog dengan warga bersangkutan di Kampung Ebunut Hijrah Desa Kuta, tidak jauh dari HPL 94. Di hadapan warga, pihaknya berpesan agar warga memanfaatkan peluang-peluang usaha yang ada. Karena setelah MotoGP ini, akan ada event-event dunia lainnya.

“Dari hal terkecil membuka warung nasi atau warung kopi,” tandas mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng tersebut.

Sementara itu, Kepala Dusun Ebunut Hijrah Rahmat Panye merasa bersyukur dan berterima kasih karena pemkab luar biasa memberikan perhatian pada warga. Menurut dia, seharusnya ITDC yang lebih bertanggung jawab. Namun, pemkab yang justru lebih aktif.

“Perlu saya sampaikan, jumlah warga menerima bantuan relokasi rumah itu ada 88 kepala keluarga (KK),” terang Rahmat.

Baca Juga :  Pemerintah Beri Sanksi 10 PNS

Hanya saja, tidak semua warga mau menempati rumah tersebut. Itu karena, mereka sudah memiliki lahan dan rumah pribadi.

Untuk itu, pihaknya berencana akan memanfaatkan rumah-rumah yang ada sebagai penginapan bagi wisatawan. Atau layaknya homestay, dan sarana hunian pariwisata (sarhunta). Dengan begitu, warga memiliki penghasilan. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/