alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Data Penerima JPS Bermasalah, Berpotensi Picu Gejolak di Masyarakat

PRAYA-Sejumlah kepala desa (Kades) di Lombok Tengah, mulai khawatir dengan bantuan penanganan Virus Korona. ”Pertama dari sisi nilai,” ujar Kades Selong Belanak Lalu Yahya pada Lombok Post, kemarin (3/5).

Dari pemerintah pusat ada namanya program bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa sembako, ada juga BPNT perluasan dan bantuan sosial tunai sebesar Rp 600 ribu. Dari pemerintah provinsi namanya Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Nilainya Rp 250 ribu. Kemudian dari program pemkab bersatu sebesar Rp 600 ribu dan desa rencana sama sebesar Rp 600 ribu.

Dia melihat, perbedaan nilai itu akan membuat kecemburuan sosial. Warga yang menerima bantuan yang lebih kecil pasti merasa kecewa. ”Kedua dari sisi pendataan,” kata Yahya.

Pemerintah desa menemukan data yang tidak jelas. Itu datang dari provinsi. Mereka dianggap minim koordinasi dengan kades yang mengetahui kondisi daerahnya.

”Ada yang dobel data juga,” sambung Kades Batujai Alwan Wijaya.

Selain itu, yang meninggal dunia masuk dalam data bantuan. Kemudian satu keluarga menerima bantuan, dari suami, istri dan anak. Kondisi seperti itu, membuat pemerintah desa mulai khawatir.

”Jangan sampai kami yang dibenturkan dengan warga kami sendiri,” lanjut Kades Selebung Agus Kusumahadi.

Pemerintah desa menilai potensi gejolak sosial berpotensi besar terjadi. Itu karena bantuan tidak tepat sasaran. Apalagi di Desa Selebung, masih ada ribuan kepala keluarga (KK) yang tidak terdata. Padahal mereka warga miskin dan warga yang terkena dampak Korona.

Solusinya, diperlukan validasi data yang valid. Libatkan seluruh unsur aparatur pemerintah desa. Baik kades, kadus, ketua RT dan ketua RW. Sistem yang diterapkan harus by name and by address. Identitas penerima dan alamatnya jelas, siapa, di mana dan berapa.

”Mohon Dinas Sosial Loteng menyerahkan data ke desa,” tambah Kades Semoyang Zulkarnaen.

Menurut dia, data itu diperlukan, guna mengetahui secara rinci dan jelas siapa mendapatkan apa. ”Tolong ini dipercepat, sehingga kami segera bersikap,” pungkasnya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks