alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pungli Sertifikat Tanah Nelayan, Oknum Pejabat Loteng Diduga Terlibat

PRAYA-Dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah bagi 35 nelayan menyeret nama oknum pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng. “Pada saatnya kita tahan,” tegas Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono, Kamis (4/6).

Itu disampaikan, saat menerima perwakilan anggota LSM Gempar NTB di ruangannya. “Yang pasti, tersangka pertama sudah kita seret ke sel,” bebernya.

Kata dia, yang bersangkutan merupakan oknum kepala dusun (kadus) di Desa Mertak, Kecamatan Pujut SK (inisial-red). SK terjaring operasi tangkap tangan (OTT) akhir Maret lalu.

Itu berdasarkan laporan polisi Nomor LP/159/III/2020/NTB/Res Loteng. Atas dasar itulah, kepolisian menjerat tersangka dengan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. “Pasal 12 huruf e,” bebernya.

Ancaman kurungan, kata dia, minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara, dengan denda sebesar Rp 1 miliar. “Begitu ini selesai, maka barulah kita berbicara tersangka lain,” janji Priyo.

Dia mempersilakan LSM Gempar NTB dan masyarakat Loteng mengawal kasus ini. Apalagi, ini menyangkut hajat hidup nelayan yang seharusnya mendapatkan sertifikat tanah dengan gratis.

Bantuan dokumen pertahanan itu sendiri, datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI tahun 2016 lalu. Sertifikat diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Praya. “Intinya, kami minta oknum pejabat, segera ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan,” sambung Ketua LSM Gempar NTB Hamzan Halilintar.(dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks