alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Ribet..!!! Warga Keluhkan Pengurusan Bansos di Lombok Tengah

PRAYA-Kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Loteng. Berdasarkan hasil evaluasi Tim Koordinator Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Loteng, penanganan kemiskinan terlalu berbirokrasi. “Harus ke sana ke mari,” sindir anggota Pokja TKPKD Loteng Saiful Muslim pada Lombok Post, Jumat (3/7).

Kata dia, hal itu bisa dilihat dari pengurusan bantuan sosial  kesehatan, penanganan bantuan ibu melahirkan dan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) daerah. Warga miskin, harus menyiapkan berkas persyarakat terlebih dahulu. Setelah itu, diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng.

Kemudian dilaporkan kembali ke Dinas Sosial (Dinsos) Loteng. Itu untuk mendapatkan surat pengantar. Begitu selesai, dibawa kembali ke Dikes Loteng. Jika dinyatakan lengkap, baru bantuan itu diterima. “Ini alur birokasi apa-apaan,” kesal Saiful.

Atas dasar itu, TKPKD mengeluarkan rekomendasi. Pertama, memotong dan memangkas alur birokrasi yang dimaksud. Kedua, meningkatkan koordinasi, kolaborasi, komunikasi, dan kerja sama dalam pelaksanaan program kesehatan bagi warga miskin. Khususnya, penanganan stunting, pelayanan ibu hamil dan bayi.

Dikes, Dinsos, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Loteng harus menjadi garda terdepan. “Ketiga, anggaran bansos kesehatan harus tetap tersedia. Bila perlu ditingkatkan lagi,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Bupati HL Pathul Bahri meminta, dinas terkait memperhatikan hasil evaluasi TKPKD. Apalagi, ini menyangkut penanganan kemiskinan. “Tolong ini diperhatikan dan diindahkan,” seru wabup.

Kata dia, pemkab menginginkan angka kemiskinan turun secara signifikan setiap tahunnya. Tahun lalu, penurunannya hanya 0,24 persen, atau tidak sesuai target. “Tahun ini, harus ditingkatkan lagi,” tegasnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks