alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Seluruh PNS Lombok Tengah akan Jalani Rapid Test

PRAYA-Pemkab Loteng terus berupaya mencegah penularan covid-19. Untuk itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN) akan mengikuti rapid test. “Itu untuk mengetahui apakah mereka negatif, reaktif, atau positif,” kata Bupati Loteng HM Suhaili FT usai olahraga pagi di halaman kantor bupati, Jumat (3/7).

Jika negatif, maka mereka akan beraktivitas seperti biasa di kantor. Sebaliknya, jika reaktif atau positif, maka untuk sementara waktu bekerja dari rumah saja.

Yang reaktif diminta melakukan isolasi mandiri atau isolasi yang disiapkan pemerintah. Sekaligus menerima perawatan medis. “Ini termasuk guru juga,” tegas Suhaili didampingi Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri.

Dia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng segera mensosialisasikannya, menyiapkan jadwal dan tempat. Teknisnya nanti ada dua. ASN yang datang ke puskesmas dan pustu atau tenaga kesehatan yang jemput bola.

Pemkab juga, akan melibatkan tim reaksi cepat (TRC). “Berbicara alat rapid test, kita siapkan. Kebetulan ada yang lebih murah, harganya Rp 75 ribu,” ujarnya.

Dia menekankan, kebijakan itu juga dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di setiap satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM). Mereka wajib menyediakan tempat-tempat mencuci tangan atau hand sanitizer. Kemudian bilik disinfektan atau bilik ultraviolet (UV).

“Ini semua kita terapkan, agar kita mempersiapkan diri menuju new normal,” papar Suhaili.

Ketua pelaksana harian gugus tugas covid-19 Loteng HM Nursiah menambahkan, tim tetap dan terus menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat. “Itu untuk meminimalisasi dan menekan angka positif,” harap Sekda Loteng tersebut.

Saat ini, kata dia jumlah positif di Loteng sebanyak 17 orang. Mereka di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Aerotel Praya, dan Balai Latihan Kerja (BLK) Praya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks