alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Juara Kampung Sehat Loteng Bertekad Jadi yang Terbaik di Provinsi

Tiga desa pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di Lombok Tengah, siap meraih juara di tingkat provinsi. Desa Bilebante, Desa Jango, dan Desa Setanggor, yakin bisa jadi yang terbaik di Bumi Gora.

———————————————————-

 

DESA yang menjadi juara menerima hadiah di Makodim 1620/Loteng, kemarin (5/10). Peringkat pertama diraih Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata. Kemudian juara dua Desa Jango, Kecamatan Janapria dan juara tiga Desa Setenggor, Kecamatan Praya Barat.          Kepala Desa Bilebante Rakyatulliwauddin menyebutkan, meski diakui bukan pekerjaan mudah, pihaknya siap memberikan yang terbaik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” katanya pada Lombok Post, usai menerima trofi dan uang pembinaan dari Bupati HM Suhaili FT dan Polda NTB sebesar Rp 175 juta, kemarin.

Di Desa Bilebante sendiri katanya, terdapat delapan dusun. Terpilih juara satu tingkat desa yaitu Dusun Tapon Timur. Kemudian di tingkat kecamatan, Desa Bilebante terpilih menjadi juara satu. Juara dua Desa Sapakek, dan juara tiga Desa Murbaya.

Berikut dari 36 desa/kelurahan yang lolos ke tingkat kabupaten, Desa Bilebante terpilih sebagai yang terbaik.

Baca Juga :  Budidaya Madu Trigona, Hidupkan Ekonomi Desa Saribaya Lingsar

Yang dinilai, katan Rukyatul tidak saja fisik kampung sehat-nya. Melainkan empat bidang yaitu, bidang kelembagaan dengan nilai 230, bidang kesehatan 475, bidang sosial ekonomi 165 dan bidang keamanan dengan nilai 80.

“Di Dusun Tapon Timur itu dikenal dengan wisata pasar pancingan,” kata Rukyatul. Dari objek wisata itulah, Desa Bilebante menjadi desa terbaik nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Selain wisata pasar pancingan, kami juga memiliki wisata Lembah Gardena dan Gong Geres,” katanya Rakyatul didampingi Kades Jango Mutawali dan Kades Setenggor H Kamarudin.

Kata dia, cepat atau lambat, dudun-dusun di Desa Bilebante akan memiliki objek-objek wisata.

Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, program kampung sehat menjadi ikhtiar warga memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Sejak bencana non alam Covid-19 menerpa, tidak ada satu warga Desa Bilebante yang positif.

Warga dan pemerintah desa melakukan upaya pencegahan. Salah satunya dengan lockdown dusun. Selain itu, roda ekonomi masyarakat tetap jalan. Sejumlah industri rumahan berkembang. Pasarnya sudah jelas, sehingga tidak terpengaruh Covid-19.

Baca Juga :  1000 TNI Percepat Rekonstruksi

Produksi kuliner yang kesohor dari Bilebante antara lain bakso, lupis, serabi, dan kelepon yang diolah dari rumput laut. Ada juga aneka olahan ubi, urap-urap, pecel, rujak, aneka bubur, aneka kopi hingga madu.

Sementara itu, Kades Jango Mutawali memastikan pihaknya siap mengajak warga menjaga dan mempertahankan program Kampung Sehat. Ada atau tidaknya lomba kampung sehat, Desa Jango tetap sehat.

Penegasan yang sama juga disampaikan Kades Setanggor H Kamarudin. Saat ini, Desa Setanggor sedang mempersiapkan diri mengikuti penilaian tingkat provinsi. Dia berharap, Desa Setanggor kembali meraih juara.

Secara terpisah, Bupati HM Suhaili FT berharap tiga desa yang mewakili Gumi Tatas Tuhu Trasna memborong kembali juara di tingkat provinsi. Bila perlu, kalau ada tingkat nasional dan internasional. “Tapi ingat jangan jemawa,” tegas Suhaili. (dss/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/