alexametrics
Sabtu, 22 Januari 2022
Sabtu, 22 Januari 2022

Persiapan WSBK Mandalika Sudah Serap 7.900 Tenaga Kerja Lokal

MATARAM-World Superbike (WSBK) Mandalika benar-benar menjadi berkah buat pekerja lokal. Sedikitnya, untuk event WSBK Mandalika, 7.900 pekerja dari NTB telah direkrut. Mereka menjadi pekerja konstruksi, tenaga medis, hingga menjadi marshal.

“Ada sekitar 7.900 orang tenaga lokal yang kami libatkan dalam pelaksanaan WSBK Mandalika,” jelas Head of Marketing Mandalika Grand Prix Asociation (MGPA) Aji Aditra Perdana, di sela penyerahaan kendaraan operasional oleh pihak Astra Honda Motor (AHM) untuk marshal, kemarin (3/11).

Dia menegaskan, event internasional memang membutuhkan banyak tenaga lokal. Misalnya seperti marshal, semua petugas dari tenaga lokal. Total yang direkrut sekitar 300 orang. Event Asia Talent Cup yang akan digelar 12-14 November, akan menjadi tugas pertama mereka sebelum WSBK sepekan kemudian.

Sejak beberapa bulan lalu, mereka telah mendapat pelatihan dengan standar operasional FIM. Sehingga semua memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan saat penyelenggaraan balap. Termasuk untuk MotoGP Maret 2022.

Direktur Operasional dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menambahkan kesuksesan event WSBK tidak bisa lepas dari dukungan semua pihak termasuk para tenaga kerja lokal. “Ini sebabnya ITDC dan MGPA selalu melibatkan pekerja lokal dalam banyak hal,” ucapnya.

 

Homologasi Tahap Akhir

 

Sementara itu, kemarin, semua fasilitas pendukung untuk balapan sudah rampung. Pihak MGPA kini tinggal menunggu homologasi tahap akhir.

“Homologasi akan dilakukan satu minggu sebelum event Asia Talent Cup 12 November. Mereka (pihak Dorna Sport) sedang bersiap-siap berangkat ke sini,” kata Aji Aditra Perdana.

Aji memastikan, semua infrastruktur dan kelengkapan untuk homologasi telah beres. Pihaknya kini menyiapkan pre homologasi terlebih dahulu untuk melihat apa saja yang kurang sebelum pihak Dorna datang.

Sejauh ini tim bekerja sangat cepat untuk menyelesaikan semua fasilitas pendukung Sirkuit Mandalika. Sehingga semua on the treck dan sesuai jadwal. MGPA bekerja sama dengan lembaga profesional yang mampu bekerja cepat. Mulai dari proses pengecatan, pembangunan pit building hingga tribun penonton. Sehingga proses pekerjaan bahkan lebih cepat dari target yang diberikan.

“Kami datangkan tenaga ahli yang kompeten agar kami mendapat hasil terbaik pada proses homologasi. Sekarang progres sudah 98 persen. Tinggal finishing di beberapa titik,” lanjutnya.

Dengan progress sirkuit dan fasilitas pendukungnya saat ini, MGPA menyatakan siap melaksanakan ATC. Meskipun homologasi tahap akhir masih belum dilakukan. Diijelaskan Aji, proses homologasi bukan seperti proses sertifikasi.

Homologasi adalah proses yang sudah dimulai sejak awal tahun. Dorna Sport melihat desain dan mengoreksi serta memberikan pendampingan dalam proses pembangunan sirkuit. Homologasi dikatakannya bukan tes yang menyatakan lulus atau tidak.

“Ketika ada yang kurang pas, kami akan didampingi dan diperbaiki. Ini adalah pengecekan dan pendampingan. Bukan dikeluarkan sertifikat boleh atau tidak (untuk menggelar balapan),” terangnya.

Homologasi lebih pada pengesahan yang kemudian diterbitkannya lisensi untuk Sirkuit Mandalika. Homologasi sirkuit jalan raya pertama di dunia ini telah dilakukan beberapa kali. Baik homologasi secara lngsung yang didatangi CEO Dorna Sport Carlos Ezpeleta maupun homologasi secara virtual.

Homologasi terakhir di Bulan September Dorna Sport menilai kualitas sirkuit sangat baik dilihat dari sejumlah aspek. Mulai dari sisi run off, derajat tikungan dan sistem drainase. “Dari beberapa proses homologasi kami mendapat predikat super safety circuit. Predikat ini didapatkan Sirkuit Mandalika karena jika terjadi crash masih aman untuk pembalap. Lantaran jarak antara gravel dan tembok cukup jauh,” paparnya.

Gravel ini merupakan kerikil atau bebatuan kecil sebagai peredam jika ada pembalap yang overshoot atau kelolosan saat memacu kendaraannya. Gravel atau yang biasa disebut gravel bed ini sebagai bantalan ketika pembalap jatuh. Informasi yang dihimpun Lombok Post, gravel di Sirkuit Mandalika diambil dari sungai mati yang ada di Pringgabaya.

Kemudian concrete barrier with attachable debris fence atau pagar pembatas sirkuit juga telah dipasangi ban di sejumlah tikungan. Ditambah dengan dilapisi dengan conveyor belt. Sehingga ketika terjadi benturan, risiko fatal bisa dicegah atau diminimalisir.

Rencananya, dalam waktu dekat sebelum balapan dimulai akan dilakukan simulasi secara menyeluruh. Baik dari sisi keamanan, kesehatan, hingga kesiapan lainnya. (ton/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks