alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Warga Pengembur Seruduk Polres Loteng

PRAYA-Tujuh warga Desa Pengembur dipanggil polisi. Mereka diduga melakukan perusakan alat berat tambang batu di Gunung Tele. ”Jangan tujuh orang saja,” sindir Kepala Dusun (Kadus) Tawah, Desa Pengembur, Kecamatan Pujut Sriawan, saat mendatangi Polres Loteng, kemarin (6/1).

      Seluruh warga lima dusun di desa itu tegasnya siap diperiksa sebagai saksi ataupun tersangka. Dia bersikeras langkah yang dilakukan warganya sudah benar. Mereka sejak awal menolak keberadaan tambang yang dikhawatikan dapat memicu longsor.

      Kedatangan perwakilan warga Dusun Seang, Dusun Bunut, Dusun Netem, Dusun Sepit, dan Dusun Tawah tersebut, dijaga ketat personel Polres Loteng. Pintu gerbang ditutup rapat. Mobil water canon disiagakan. Sempat terjadi adu mulut antara massa dengan Kepala Desa (Kades) Muhammad Sultan yang juga ada di lokasi.

”Tuntutan kami ada dua,” cetus Sriawan, yang juga koordinator lapangan  massa aksi, dihadapan Wakapolres Loteng Kompol Ketut Tamiana, dan Kasatreskrim Polres Loteng AKP Rafles P Girsang, dan Camat Pujut Lalu Sungkul.

Pertama, tidak boleh ada warga Pengembur yang dijadikan saksi apalagi tersangka. Kedua, tutup total penambangan yang ada. ”Saya sudah bertemu dengan Kapolres. Saya siap kawal warga,” sambung Kades Pengembur Muhammad Sultan.

Dia menegaskan pemerintah desa sudah mengeluarkan rekomendasi penutupan penambangan. Sedangkan persoalan hukum warga tidak bisa diintervensi. ”Warga tolong tenang dulu. Karena yang dipanggil Polres belum tentu salah,” cetus Camat Pujut Lalu Sungkul.

Pihaknya menyarankan warga tidak melakukan aksi. Sebaiknya fokus mengawal penutupan tambang hingga ke pemerintah kabupaten atau provinsi. ”Kami memang memanggil tujuh warga Pengembur. Kami meminta keterangan saja,” ujar Wakapolres Loteng Kompol Ketut Tamiana.

Tujuannya, untuk mencari tahu detail masalah penambangan. Yang hendak diketahui perihal perizinan dan rekomendasinya sesuai prosedur atau tidak. termasuk apakah langkah warga sudah benar atau tidak. ”Itu yang kami periksa sementara statusnya sebagai saksi,” tambah Kasatreskrim Polres Loteng AKP Rafles P Girsang.

Jika memang bersalah, maka konsekuensi harus diterima Polisi tegasnya hanya menegakkan aturan. “Karena kita negara hukum maka mari hormati proses hukum yang ada,” pungkasnya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks