alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Pamit ke Warga, Bupati Loteng Sambangi 12 Kecamatan

PRAYA-Masa jabatan Bupati Loteng HM Suhaili FT tinggal menghitung hari. Tepat pada 17 Februari, Suhaili akan kembali menjadi warga biasa. Untuk itu, bupati Lombok Tengah dua periode itu secara bergiliran berkeliling ke 12 kecamatan.

“Saya mohon pamit, jika selama saya menjadi pelayan masyarakat ada yang salah, mohon dimaafkan,” ujar Suhaili di kantor camat Kopang, Sabtu (6/2).

Bagi Suhaili, tidak ada manusia yang sempurna. Kekurangan hanya ada pada manusia. Kelebihan hanya ada pada Allah SWT.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh warga Gumi Tatas Tuhu Trasna tetap bersatu membangun daerah. Baik fisik maupun non fisik. “Salah satunya, bersatu melawan Covid-19,” serunya, dihadapan pejabat Forkopimda Loteng, pejabat satuan kerja pelayan masyarakat (SKPM) lingkup pemkab, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan perwakilan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Sah, Bazar Mandalika Dikelola Pemkab Loteng

Kata dia, berbicara Covid-19, dari hari ke hari, bukannya semakin mereda. Melainkan, semakin bertambah parah. Sehingga diperlukan kerja sama, sinergitas, kekompakan dan persatuan mencegah penularannya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan.

Hal itu diperkuat lagi, lewat satgas Covid-19 dari tingkat kecamatan, desa dan dusun. Dia berpesan, satgas harus dihidupkan dan diaktifkan kembali. Sementara adaptasi kebiasaan baru mutlak dijalankan, walau sudah ada vaksinya.

Senada dikatakan Kapolres Loteng AKPB Esty Setyo Nugroho. Dia menegaskan, polres, kodim dan satpol pp tetap, dan terus meningkatkan operasi yustisi.

Pihaknya ingin melihat warga menegakkan kepatuhan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya, pemakaian masker.

Baca Juga :  Peringati HUT Ke-76, Ini Pesan Mantan Bupati Suhaili untuk Warga Loteng

“Hanya saja, upaya itu akan sia-sia, jika warga tidak sadar. Kata kuncinya, ada pada warga itu sendiri,” harap Esty.

Terlebih beberapa hari ini, angka positif mulai bertambah. Menurut dia, itu artinya warga mulai abai terhadap prokes.

Hal yang sama dikatakan Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan. Dia menekankan, TNI/Polri memastikan akan menindaktegas siapapun yang melanggar prokes. Jika ada kerumunan, akan dibubarkan secara paksa.  Mohon kerja sama kita semua, demi keselamatan kita bersama,” seru Tangkas. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/