alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Pemdes Kuta Lombok Tengah Bingung Cara Tangani Sampah Pampers

PRAYA-Sampah menjadi masalah serius bagi Pemdes Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Terutama sampah pampers yang jumlahnya banyak. Di sisi lain, tidak ada solusi dari pemerintah bagaimana cara mengolahnya supaya bermanfaat dan bernilai.

“Ini yang kami tunggu (cara mengolah sampah pampers),” tandas Kepala Desa (Kades) Kuta Mirate pada Lombok Post, Senin (7/6).

Dijelaskan, sampah pampers jika mau dijadikan pupuk organik tidak bisa. Apalagi bahan-bahan kerajinan. Sehingga mau tidak mau dibuang begitu saja. “Bisa dikatakan setiap hari ada saja sampah pampers ini,” keluh Mirate.

Pemerintah desa berharap, pemerhati lingkungan atau pihak perguruan tinggi membantu. Karena dipastikan desa lain merasakan hal yang sama. Termasuk persoalan sampah plastik. Baik kantong plastik atau produk-produk yang berbahan plastik.

“Intinya, kami membutuhkan pendidikan dan pelatihan pengelolaan sampah. Itu saja,” paparnya.

Jika tidak, maka dipastikan menjadi masalah dan menjadi bom waktu. Apalagi Desa Kuta menjadi salah satu pintu masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sementara itu, Direktur Lombokplasticfree M Tantowi Jauhari memastikan siap melakukan pendampingan kepada warga Desa Kuta. Tidak saja menyangkut penanganan sampah plastik atau pampers. Melainkan penanganan kesadaran warga. Harapannya, warga membuang sampah pada tempatnya. “Jangan membuang sampah sembarangan,” seru Anton.

Selain itu, warga harus memilih dan memilah sampah organik dan non organik. “Kalau sampah organik dibuang di bak sampah yang bertuliskan organik. Jangan dicampur aduk,” pesannya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks