alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dewan Lombok Tengah Wacanakan Pembentukan Kota Praya

PRAYA-Pemekaran wilayah tak hanya terjadi pada level dusun atau desa saja. Ditengah pembahasan intensif pemekaran 15 desa oleh DPRD Lombok Tengah, muncul ide pembentukan Kota Praya. Sebuah wilayah mandiri layaknya Kota Mataram yang terlepas dari Lombok Tengah.

”Kedepan, inilah yang akan kita dorong,” kata Wakil Ketua DPRD Loteng Lalu Rumiawan pada Lombok Post, kemarin (7/11).

Kendati tak merincikan kapan, bagi Rumiawan Kota Praya menjadi sebuah keharusan. Lombok Tengah disebutnya terus mengalami kemajuan pesat dari berbagai sisi.

Kota Praya dibutuhkan untuk mengakomodir perkembangan. Kemudahan akses layanan bagi masyarakat, hingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Termasuk, menjawab kemajuan pembangunan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Dari hasil diskusi dan kajian sementara, kawasan perkotaan menurut rencana memiliki 30 kelurahan, dengan luas wilayah 16,8 kilometer (km). Di Kecamatan Praya, akan berdiri 12 kelurahan dan tiga desa. Sisanya, bisa saja diambil dari Kecamatan Jonggat, Praya Barat, Praya Tengah, atau Pujut.

Dalam serangkaian aturan yang mengiringinya, perlu ditetapkan sejumlah zona, misalnya ruang terbuka hijau (RTH). Kemudian, perumahan, perdagangan, jasa, perkotaan, sarana pelayanan umum, termasuk zona campuran dan khusus.

”Sepanjang masyarakat mendukung, maka kami siap mengawal dan menyukseskannya,” tekan Rumiawan.

Dia mengingatkan, dalam upaya pemekaan, kepentingan rakyatlah yang jadi patokan utamanya. Mempermudah pelayanan birokrasi, pendidikan, dan kesehatan. Kemudian, peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Kami melihat arah-arahnya seperti Kota Mataram yang mekar dari Lombok Barat, atau Kota Bima dari Kabupaten Bima,” ujar Kabag Hukum Setda Loteng H Mutawali, terpisah.

Jika jadi terbentuk, maka Kota Praya akan menjadi kota kedua di Pulau Lombok dan ketiga di NTB. Dibandingkan kabupaten, kota memiliki cirri yang sedikit berbeda. Misalnya, istilah penyebutan kepala daerah adalah wali kota, bukan bupati. Kemudian desa, diganti kelurahan yang dipimpin ASN yang ditunjuk pimpinan, bukan dipilih rakyat. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks