alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

LIPI Bagikan Alat Pengering Cabai di Jonggat

PRAYA-Sedikitnya tujuh kelompok tani di Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, mendapatkan bantuan alat pengering cabai. Kini, mereka tidak perlu repot-repot lagi, mengeringkannya di bawah terik matahari. Apalagi, sekarang musim hujan.

“Alhamdulillah, terima kasih,” ujar para petani, saat menerima bantuan secara simbolis dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pusat di kantor Camat Jonggat, kemarin (8/3).

Kedatangan jajaran LIPI dan bantuan itu sendiri, difasilitasi Anggota DPR RI dapil NTB Dr Kurtubi. Pria asal Kediri Lombok Barat itu menjelaskan, satu unit alat pengering tersebut, mampu menampung 10 kilo cabai. Lama pengeringan 10 jam, dengan suhu antara 50-60 derajat celcius.

Bahan bakar yang digunakan, lanjutnya cukup dengan elpiji 3 kilo. Begitu kering, para petani bisa menyimpan cabai dalam waktu lama. Beda halnya kalau, dikeringkan di bawah terik matahari. “Warga bisa membuat alat ini sendiri di rumah,” ujar Kurtubi.

Untuk mengetahuinya, pihaknya berencana akan mendatangkan kembali para petugas LIPI, guna memberikan pendidikan dan pelatihan. Dengan harapan, alat yang satu itu dimiliki secara masal para petani. Kalau sudah seperti itu, maka petani semakin sejahtera.

“Seringkali kami menerima keluhan, setiap musim panen, harga cabau anjlok. Jadi, solusinya harus ada pengemasan baru,” saran politisi NasDem tersebut.

Caranya, ungkap Kurtubi bisa saja cabai yang dikeringkan tersebut, dikemas menjadi sambal cengeh. Bisa menggunakan botol, atau plastik. “Ini yang kita inginkan,” cetusnya.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks