alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Tetap Produktif di Masa Korona, Dua Desa di NTB ini Contohnya

Pandemi Covid-19 membuat ruang gerak masyarakat terbatas. Banyak yang harus bekerja dari rumah. Tapi, beraktivitas di rumah bukan alasan untuk tidak produktif. Mau bukti? Bertandanglah ke Desa Labuhan di Sumbawa dan Desa Taman Indah di Lombok Tengah. Pandemi justru menjadi pemantik masyarakat dua desa ini berinovasi dan berkresasi.

———————————————–

 

DUSUN Pasir Kampung Panca Warga, Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, kini memang punya wajah yang beda. Terutama setelah pandemi Covid-19 datang. Lihatlah kini, betapa dusun ini begitu hijau. Berbanding terbalik di banding kondisi sebelumnya. Apalagi musim kemarau seperti saat ini.

Pemandangan hijau itu datang dari pekarangan warga. Oleh para pemilik rumah, pekarangan-pekarangan itu kini disulap menjadi area berkebun. Macam-macam yang ditanam warga di sana. Tapi, umumnya sayur-mayur.

Bukan kebetulan kampung ini kini berganti tampilan. Semua berkat kerja keras masyarakat setempat yang terus dikawal oleh pemerintah desa, pihak kecamatan, dan aparat TNI dan Polri. Masyaramat didampingi dan diberikan arahan agar tetap produktif di masa pandemi. Salah satunya memanfaatkan pekarangan untuk berkebun.

“Ini juga sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” kata Kapoles Sumbawa AKBP Widy Saputra.

Widy memang baru melihat dari dekat kondisi Kampung Sehat Panca Warga. INilah Kampung Sehat yang menjadi binaan Polres Sumbawa. Hasil tanaman sayuran selain dijual, juga dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga ketahanan pangan warga pun terjaga.

“Ini menunjukkan masyarakat siap menjaga ketahanan pangan dalam rangka menyambut tatan kehidupan baru di era Covid-19,” katanya.

Tentu saja kata Widy masyarakat bisa fokus pada upaya menjaga ketahanan pangan setelah mereka juga membereskan urusan kesehatan. Masyarakat di desa ini patuh menjalankan protokol kesehatan. Mengenakan masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah. Lalu rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

 

Jamur Tiram

 

Tak hanya di Sumbawa. Menjaga produktivtas warga di kala pandemi juga terjadi di Desa Taman Indah, Kecamatan Peringgarata, Lombok Tengah. Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi mengungkapkan kalau di desa ini sudah ada kelompok tani yang membudidayakan jamur tiram. “Mereka juga membuat kerajinan dari anyaman bambu,” kata dia.

Aktivitas kelompok tani ini membuat ekonomi desa ini pun terus berdenyut. Hasil budidaya jamur tiram tersebut dipasarkan di pasar-pasar tradisional. Hasil penjualan tersebut kemudian dinikmati oleh anggota kelompok tani.

Selain itu, pandemi juga membuat masyarakat kini mulai membudidakayakan tanaman hidroponik. Hasilnya luar biasa. Panen sayur-sayuran dari hidroponik tersebut pun selain untuk memenuhi kebutuhan dapur, juga bisa dijual. Sehingga menjadi nilai tambah bagi masyarakat desa ini.

“Inilah bukti, pandemi bukan penghambat masyarakat untuk berinovasi dan berkreasi,” kata Suherdi. (kus/r6)

 

Pandemi dan Aneka Inovasi

  • Memanfaatkan masa tinggal di rumah dengan berkebun di pekarangan.
  • Menanam sayur-sayuran. Hasilnya selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri juga dijual di pasar tradisional.
  • Memanfaatkan pandemi untuk membentuk kelompok tani lalu memulai usaha jamur tiram.
  • Memanfaatkan keterampilan warga selama berdiam di rumah untuk membuat aneka kerajinan tangan.
  • Memanfaatkan area rumah masing-masing dengan budidaya tanaman hidroponik. Hasilnya dijual di pasar tradisional dan untuk memenuhi kebutuhan dapur.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks