alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Ferdi dan Humaidi Tak Ikut Bertarung di Pilbup Loteng

PRAYA-Putra pertama Bupati Loteng HM Suhaili FT, Ferdian Elmansyah tidak jadi maju dalam pilkada serentak 9 Desember mendatang. “Termasuk H Humaidi,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTB HM Suhaili FT, Senin (8/6).

Suihaili menjelaskan, keputusan tersebut berdasarkan rapat keluarga di Bodak di Desa Montong Terep, Kecamatan Praya. Keluarga memutuskan, tidak mengeluarkan calon bupati atau wakil bupati. “Keluarga ingin berkonsentrasi membesarkan yayasan pondok pesantren (Ponpes) Yatofa,” tegasnya.

Kata dia, pihaknya siap membantu siapa pun nantinya yang menjadi bupati dan wakil bupati Loteng. Baik secara fisik maupun non fisik. Itu demi keberlanjutan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Seperti itulah keputusan keluarga,” tekan Suhaili sembari berjalan menuju ruang camat Batukliang.

Sebelumnya, Ferdian Elmansyah rencananya akan dipasangkan dengan Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri (Pathul-Ferdi). Informasi yang diserap Lombok Post, saat ini Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra HL Pathul Bahri Loteng tersebut mencari pendamping lain.

Pathul juga digadang-gadang akan berpasangan dengan H Sumum yang juga kepala dinas pendidikan Loteng (Pathul-Sumum). Sedangkan H Humaidi, awalnya dipasangkan dengan TGH Lalu Gede Sakti (Humaidi-Sakti). Bahkan sempat mencuat, akan berpasangan dengan Sekda Loteng HM Nursiah (Humaidi-Nursiah). “Sekali lagi perlu saya tekankan, tidak ada calon dari Bodak,” ujar Suhaili.

Terpisah, HL Pathul Bahri enggan menyampaikan pernyataan atas keputusan Suhaili. “Yang terpenting, pilkada serentak dilaksanakan 9 Desember. Tidak ditunda-tunda lagi,” kilah mantan Wakil Ketua DPRD Loteng tersebut. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks