alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Pilbup Loteng, Ahmad Ziadi – Lalu Aswatara Klaim Kantongi Dukungan Tiga Partai

PRAYA-Jelang pemilihan Bupati 9 Desember tensi politik di Lombok Tengah (Loteng) kembali menggeliat.  Pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati/wakil Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara mulai buka suara. Mereka mengklaim telah mengantongi tiga partai pengusung dengan jumlah  dukungan 13 kursi.  Yakni  Partai Berkarya, Demokrat dan PPP.

“Berkarya langsung direkomendasikan oleh Tomy Suharto dan telah ditandatangani, Partai Demokrat juga sudah tandatangan, dan PPP yang masih menunggu penandatanganan tetapi sudah deal,” Tutur Aswatara dikediamannya di  Leneng, Praya, Lombok Tengah, Selasa (9/6).

Selain itu sejumlah rencana kerja juga telah disusun. Diantaranya  meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan  teknologi di sektor pertanian. Kemudian peningkatan UKM, dan penataan infrastruktur pendukung industri pariwisata.

“Yang pertama akan kami benahi adlah aliran irigasi bendungan Batujai (yang selama ini) lebih dominan ke Lombok Barat”, Jelasnya.

Aswatara menilai debit air sungai yang mengalir ke Praya Barat Daya masih sedikit. Kedepan hal tersebut dapat diatasi dengan teknologi Solar System untuk menaikkan air bendungan Batujai dan dapat dialirkan dengan maksimal ke wilayah Praya Barat Daya yang kerap mengalami kekeringan.

Menurutnya Solar system ini sendiri memanfaatkan energi terbarukan dari tenaga matahari.  Selain murah energi matahari melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

”Lombok Tengah tidak bisa terbangun dengan maksimal apabila tiga unsur utama ini (ulama, umara dan rakyat) tidak dapat bersatu seiring sejalan, Karena segala keputusan endingnya di tiga unsur ini”, ungkapnya.

Lebih jauh Aswatara yang hampir 10 tahun menjabat sebagai Inspektur Inspektorat di Lombok Tangah juga menjelaskan pentingnya pembangunan daerah di segala bidang. Catatatnya dengan melakukan pendekatan melalui kearifan budaya lokal yang melekat dalam diri masyarakat pedesaan.

Selama menjabat dirinya mengaku tidak pernah menyetujui keputusan pembangunan tanpa mempertimbangkan faktor pendukung lainnya dan mengakibatkan pemborosan APBD.

Terkait statusnya yang masih aktif menjadi PNS dengan jabatan Inspektur Inspektorat Loteng Aswatara mengaku telah mengajukan permohonan pensiun dan masih dalam proses,“Saya sudah mengajukan permohonan untuk pensiun, sementara proses sedang berjalan saya masih menyelesaikan beberapa tugas yang masih tertunda”, tegasnya.(man/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Pak Wali..!! Kelurahan Cakra Barat Butuh APD Segera

Kelurahan Cakranegara Barat, salah satu wilayah yang berstatus zona merah di Mataram. Tidak main-main. Sebanyak 27 warga kelurahan ini dipastikan positif terinfeksi Covid-19. Warga kelurahan ingin status wilayah tempat tinggalnya keluar dari zona merah. Mereka butuh bantuan pemerintah.

Penanganan Kasus Pernikahan Sejenis Dialihkan ke Polres Lobar

Kasus pernikahan sesama pria  SU alias Mita dengan MU menyeret pejabat yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan surat nikah. Yakni  Kepala Lingkungan (Kaling) Pejarakan, Lurah Pejarakan Karya, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ampenan

Pilbup Loteng, Pathul-Nursiah Segera Terima SK Berkarya

Arah partai politik satu per satu mulai terang benderang. Terbaru, Partai Beringin Karya (Berkarya) telah menyiapkan SK untuk empat kabupaten/kota di NTB.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks