alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Dari Kampung Sehat, Lahir Ragam Inovasi Warga Desa Sepakek

WARGA DESA Sepakek, Kecamatan Peringgarata, Lombok Tengah, merasakan betul dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut diakui Kepala Desa Sepakek Sihabudin. Kata dia, banyak masyarakat yang aktivitas perekonomiannya sempat lumpuh akibat pandemi.

“Warga kami sempat bingung untuk mencari bagaimana menafkahi keluarga,” kata Sihabudin.

Namun, tentu menghadapi hal tersebut, masyarakat tidak menyerah. Salah satu langah yang ditempuh Pemdes Sepakek adalah mendorong kembali pemberdayaan perempuan. Khususnya ibu rumah tangga yang sebelumnya bergabung di kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah.

Mereka diberdayakan untuk membangkitkan produksi-produksi unggulannya seperti telur asin, keripik singkong, dan anyaman ketak. Termasuk juga menggalakkan penanaman hortikultura.

“Tujuannya tentu saja untuk menjaga kestabilan ekonomi warga dan juga membangun ketahanan pangan warga di tengah pandemi,” katanya.

Dengan kerja keras, ikhtiar tersebut pun kini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Barokah sudah mamu memproduksi telur asin sedikitnya 7.000 butir sebulan.

“Omzet mereka sekarang sebulan Rp 12 juta,” kata Sihabudin.

Total di KWT Barokah ini, ada 24 ibu rumah tanga yang tergabung. Selain memproduksi telur asin, kelompok ini juga memproduksi makanan ringan yakni keripik singkong. Bahan baku keripik ini ditanam sendiri oleh anggota kelompok. Lalu kemudian diolah bersama-sama. Dalam sebulan, mereka bisa memproduksi sedikitnya 60 kilogram keripik singkong. “Omzet keripik sekitar Rp 3 juta sebulan,” kata Sihabudin.

Tak berhenti pada dua komoditas tersebut. Para perempuan Desa Sepakek juga kreatif. Mereka pun membuat anyaman dari ketak. Antara lain berupa bak sampah, tempat tisu, tempat buah, dan lainnya. Dari anyaman ketak tersebut, KWT Barokah sedikitnya memiliki omzet Rp 1,5 juta sebulan. Tapi hal tersebut sudah disambut baik. Mengingat pasar utama kerajinan ini adalah para wisatawan yang datang ke NTB. Dan semua mafhum, bahwa pandemi telah menyebabkan industri pariwista kini belum bisa pulih.

Kemana pemasaran produk-produk tersebut? Rupanya kata Sihabudin, pemasaran dilakukan secara onffline maupun daring.

“Terlur asin itu yang best seller,” imbuh dia.

Saat ini, home base KWT Barokah ada di Dusun Kelana. Keberhasilan mereka pun segera direplikasi di dudun-dusun lain di Sepakek. Dengan pola yang sama yakni memberdayakan para perempuan.

“Inilah cara kami agar pertumbuhan perekonomian warga lebih merata,” kata Sihabudin.

Karena itu dia sangat bersyukur, Lomba Kampung Sehat digelar. Sebab, Lomba Kampung Sehat benar-benar telah memotivasi warga Sepakek.

Oh ya. Di luar pemberdayaan ekonomi, Pemdes juga sangat memperhatikan aspek kesehatan warga. Maka, jika bertandang ke desa ini saat-saat sekarang, sejumlah ember lengkap dengan sabun disediakan di tiap gang. Sebab, warga luar yang datang ke Sepakek, wajib mencuci tangan.

Selain itu, Pemdes juga mengkampanyekan penggunan masker setiap hari. Bahkan, Pemdes melalui Dana Desa sudah melakukan pengadaan masker. Tidak hanya itu, penyemprotan disifektan dari rumah ke rumah dan tempat ibadah juga rutin dilakukan.

“Semua elemen masyarakat kita gerakkan untuk menyambut adaptasi kebiasaan baru ini,” tandas dia. (kus/r6)

 

Inovasi Desa Sepakek

 

  • Memberdayakan perempuan untuk produksi telur asin.
  • Memberdayakan perempuan menanam singkong dan mengolahnya langsung menjadi makanan ringan.
  • Bergasil menghidupkan produksi anyaman ketak meski sektor pariwisata sedang mati suri.
  • Menerapkan protokol kesehatan ketat dengan mewajibkan warga memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak saat beraktivitas.
  • Warga luar desa yang datang, wajib menjalani sterilisasi terlebih dahulu.

 

Sumber: Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks