alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Tahun Depan, Pemkab Loteng Targetkan Rp 78,98 M dari Pajak Hiburan

PRAYA-Tahun depan, Pemkab Lombok Tengah memasang target pajak hiburan Rp 78,98 miliar. Sumbernya dari sederetan event-event dunia dan nasional di sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Target itu sama dengan tahun ini,” tandas Wakil Bupati Loteng HM Nursiah saat sidang paripurna penyampaian jawaban kepala daerah atas pandangan fraksi-fraksi di gedung DPRD Loteng, Rabu (9/11).

Event yang dimaksud diantaranya MotoGP dan World Superbike (WSBK). Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Atau Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah.

“Ada beberapa strategi kita untuk meningkatkan target pendapatan asli daerah (PAD),” papar Nursiah.

Yakni pemanfaatan digitalisasi pajak daerah dan pemuktahiran data potensi pajak daerah. Baik yang baru maupun yang lama. Begitu pula menyangkut retribusi daerah.

Baca Juga :  3,8 Persen Warga Pujut Lombok Tengah Belum Divaksin Dosis Kedua

Intinya, kata Nursiah, PAD tahun depan harus sesuai target. Bila perlu, melebihi target. Untuk itu, pihaknya memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersinergi, berkolaborasi dan bekerja sama mencapai target-target yang ada.

“Sedangkan untuk kas daerah kita tahun ini sebagian besar bersifat earmarked, atau sudah ada peruntukannya,” ujar Nursiah dihadapan pimpinan sidang paripurna Lalu Sarjana, pimpinan dan anggota dewan, para kepala forkopimda, kepala OPD lingkup pemkab dan pemerintah kecamatan.

Diantaranya digunakan untuk pembayaran tunjangan profesi guru, pinjaman dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dan penyelesaian pembayaran atas pekerjaan fisik. Jadi, tinggal dua bulan lagi penggunaan APBD Perubahan tahun ini selesai.

“Dan, saat ini kita bersama-sama menyelesaikan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2023,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Jatah Warga Loteng Rp 600 Ribu Perbulan, Jangan Dikurangi Lagi!

Ada dua sumber anggaran yang sudah jelas arah dan penggunaannya. Yakni dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK). Baik bersifat fisik maupun non fisik.

“Kita berharap, semoga pembahasan APBD Tahun Anggaran 2023 tuntas sesuai jadwal yang ada,” sambung pimpinan sidang paripurna DPRD Loteng Lalu Sarjana.

Senada dikatakan Sekretaris Komisi III DPRD Loteng Lalu Nursai. Dia berpesan agar pemkab sering-sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Baik menyangkut penambahan dana perimbangan. Termasuk anggaran lainnya.

“Yang perlu kita perhatikan juga yakni bagaimana APBD kita mampu meningkatkan ekonomi warga lewat pemberdayaaan ekonomi berbasis kerakyatan. Salah satunya, lewat usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” harap Nursai. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/