alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Dikes Lombok Tengah Pantau 23 Jenis Penyakit Menular

PRAYA-Sedikitnya 23 jenis penyakit yang berpotensi mewabah terus dipantau. ”Kita memiliki sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR),” kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah H Hasyim pada Lombok Post, kemarin (10/2).

      Salah satu yang paling diantisipasi saat ini adala virus korona yang tengah menjadi perhatian dunia. Dikes Loteng juga bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram Wilayah Koordinator Lombok International Airport (LIA) untuk memantaunya. ”Begitu pula jenis penyakit lain,” cetus Hasyim.

      Seperti malaria, diare, pnemonia, suspek demam tifoid, chikungunya, flu burung, DBD, campak, hingga rabies. ”Jadi wisatawan jangan khawatir datang ke Lotang. Karena daerah kami aman dari sisi kesehatan,” serunya.

      Dia menekankan, SKDR menjadi solusi untuk menciptakan Loteng sehat dan Loteng bersih, sebagaimana gerakan daerah. Kebijakan itu sudah dilaksanakan sejak 2015 lalu. Secara berkala pihaknya melaporkan perkembangan ke provinsi, pusat, dan world health organizatioan (WHO) atau organisasi kesehatan dunia.

Mulai dari jumlah penderita, bahkan hingga nama dan lokasi, termasuk cara penanganan hingga pengawasannya. Itu diperoleh dari seluruh puskesmas, pustu, dan polindes. Sehingga penyakit yang ada dapat dengan cepat ditangani. ”Kemudian tidak berstatus kejadian luar biasa (KLB),” ujar Hasyim.

Terpisah, Kepala Dikes Loteng H Omdah mengatakan SKDR adalah acuan tenaga medis bergerak cepat. Itu kalau layanan kesehatan ditingkat desa/kelurahan, atau kecamatan tidak mampu. Dikes juga masuk dalam Tim Reaksi Cepat (TRC) Loteng.

”Jika kita resapi, pahami, dan jalankan perintah bapak bupati, potensi penyakit menular itu pasti bisa ditekan,” pungkas Omdah. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks