alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Ayo Gunakan Asuransi Pertanian!

PRAYA-Para petani di delapan kecamatan di Lombok Tengah, diimbau untuk mengikuti asuransi pertanian. Itu untuk mengantisipasi kerugian, akibat puso atau gagal tanam, atau serangan hama pada tanaman padi maupun tembakau.

”Kebijakan ini, sudah lama kami sampaikan ke para petani. Cuma, tidak banyak yang mengikuti,” sesal Kepala Dinas (Dispertan) Loteng Lalu Iskandar pada Lombok Post, kemarin (10/7).

Padahal, biaya untuk mengikuti asuransi, tidak terlalu besar. Nilainya hanya Rp 36 ribu per hektare (ha), dengan uang itu, petani bisa melakukan klaim asuransi mencapai Rp 6 juta per ha jika terjadi gagal panen. Asuransi itu jelasnya dikelola pihak ketiga, bukan pemerintah. Untuk menerima klaim, petani tinggal mendokumentasikan kondisi lahan pertaniannya, lalu menunjukkan kartu asuransi dan anggaran cair dengan mudah.

Setiap lahan pertanian sarannya sebaikan diasuransikan saja. Dengannya, petani terhindar dari kerugian. Kedelapan kecamatan yang dimaksud meliputi, Kecamatan Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya Tengah, Jonggat dan Kecamatan Praya. Sedangkan, empat kecamatan lain meliputi, Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Pringgarata dan Kecamatan Kopang belum terlalu mendesak karena terbilang aman dari potensi kegagalan.

”Namanya, Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUPT),” terangnya.

Pada bidang peternakan sapi, ada pula Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Polanya serupa, dengan biaya Rp 40 ribu untuk satu ekor ternak, dan klaim asuransinya Rp 10 juta. ”Mari manfaatkan,” serunya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Dispertan Loteng Taufikurrahman. Ia menambahkan, target produksi gabah tahun ini mencapai 513.000 ton, atau perhektare 5,9 ton. Sedangkan, total luas lahan pertanian mencapai 54.343 ha. ”Dalam waktu dekat, musim tanam kedua akan berakhir. Selanjutnya, memasuki musim tanam palawija,” bebernya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks