alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Ekspor Benih Lobster, Nelayan Lombok Tengah Galau Tunggu Kepastian

PRAYA-Sejak dibukanya keran ekspor benih lobster nelayan Lombok Tengah bingung. “Tolong pemerintah berikanlah kami kepastian,” keluh salah seorang nelayan Dusun Awang Balak, Desa Mertak, Kecamatan Pujut Oseng pada Lombok Post, Jumat (10/7).

Kata dia, mau menjual benih lobster, pihak perusahaan menolak. Itu karena, mereka tidak bisa melakukan ekspor. Disisi lain, mau menjual secara ilegal, aparat sudah siap-siap bergerak. “Kami bersyukur, aturan larangan ekspor benih lobster di revisi. Cuma kapan ekspor itu dimulai,” ujar Oseng.

Jika berlama-lama, maka dihawatirkan ekspor benih lobster secara ilegal tetap terjadi dan semakin marak. Itu daripada nelayan tidak menghasilkan apa-apa. Karena penangkapan atau budi daya ikan, mutiara, rumput laut atau sumber daya laut lainnya tidak sebesar penghasilan dari lobster.

“Kami dalam posisi menunggu saja,” tandas ketua lembaga pemberdayaan masyarakat tani ternak (LPM2T) NTB tersebut.

Dia menambahkan, saat ini nelayan-nelayan di Dusun Awang Balak sedang membuat kelompok nelayan lobster. Itu untuk mempermudah perusahaan yang ingin membeli benih-benih lobster. “Kalau benih lobster jenis mutiara kami jual Rp 40 ribu per ekor. Sedangkan jenis pasir Rp 20 ribu per ekor,” tambah nelayan lainnya Sayid Kadir Al Idrus.

Dia menjelaskan, kalau kondisinya kepepet, akibat kebutuhan hidup keluarga dan anak sekolah, nelayan terpaksa melelang. Jenis mutiara di jual Rp 5 ribu per ekor dan jenis pasir Rp 1.000 per ekor. “Itu daripada kami tidak makan,” keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Loteng Muhamad Kamrin berharap, Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 segera diimplementasikan. “Kami ingin, ada kesepahaman bersama antara kabupaten dengan provinsi,” harap Kamrin.

Dengan begitu, pemerintah pusat serius menyikapi usulan dan permintaan daerah. Termasuk, kedepannya memilah di mana tempat menangkap benih lobster dan di mana tempat budi daya benih lobster.

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan, ekspor benih lobster bisa dari Lombok International Airport (LIA) ke negara tujuan. Sehingga ke depan, benih bening lobster (BBL) tidak perlu dikirim ke daerah lain terlebih dahulu. ”Sudah bisa langsung dari Lombok,” tegasnya.

Terkait budi daya dan ekspor benih lobster, nelayan dan pelaku usaha di daerah perlu bersabar. Sebab daerah tidak bisa langsung mendapatkan untung besar dengan pembukaan ekspor tersebut. ”Lobster pun ada pembelajarannya. Meski saat ini ada ketidaksempurnaan, nanti kita dapat feedback. Tidak mungkin segala sesuatu baru mulai langsung sempurna,” katanya.

Di tahap awal terbitnya Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 itu, pengusaha lokal belum mendapat untung besar karena masih terbatas perusahaan yang bisa mengirim. Namun sejalan dengan waktu, pasti akan ada pembelajaran sehingga dilakukan perbaikan-perbaikan.

”Ketidaksempurnaan bagian dari pembelajaran itu. Nanti kita perbaiki-perbaiki sampai betul-betul menguntungkan pemain lokal semua,” katanya.

Tugas pemerintah menyiapkan segala sesuatu di daerah, jangan sampai nelayan dan pemerintah daerah kalah pintar dengan pengusaha besar. ”Tapi karena pengusaha besar, kita kasi kesempatan tidak apa-apa,” katanya.

Hasilnya, dengan lobi-lobi pengusaha besar itu, ekspor benih lobster bisa dilakukan langsung melalui bandara Lombok. Sebelumnya itu tidak bisa. ”Yang begitu-begitu tidak mungkin langsung nelayan, pasti pengusaha besar yang punya lobi di Jakarta,” jelasnya.

Pengembangan budi daya lobster, kata gubernur, membutuhkan waktu, tidak bisa langsung sukses. Di tahap awal pasti akan menghadapi banyak hambatan. ”Tapi harus berani dimulai,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB Yusron Hadi mengatakan, DKP telah menerjunkan tim budi daya yang mendata lokasi-lokasi yang menjadi pusat budi daya di NTB. Misalnya, 82 kelompok di Lombok Timur dan 11 kelompok di kawasan Samota, Pulau Sumbawa. ”Mereka yang akan menjadi triger budi daya lobster nanti,” katanya.

Terkait kuota tangkap lobster, sampai saat ini, pemerintah pusat belum memberikan kuota bagi NTB. ”Sudah kami usulkan kita tunggu saja berapa diberikan,” katanya.

NTB sendiri memiliki potensi 20 juta benih lobster. Dengan potensi itu, wajar NTB mendapatkan kuota tangkap dan ekspor benih lobster lebih besar. (dss/ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Pemkab Loteng Persilakan Ibu Hamil Kerja Dari Rumah

          PRAYA-Bupati Loteng HM Suhaili FT mengeluarkan surat edaran (SE) terbaru terkait sistem kerja aparatur sipil negara (ASN). “Ini karena belum terkendalinya penyebaran covid-19,” ujar juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Kamis (6/8) lalu.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks