alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Juara Kampung Sehat di Loteng, Desa Jango Siap Menang di Provinsi

Desa Jango tentu saja bersuka cita meraih juara dua Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten. Desa di Kecamatan Janapria, Lombok Tengah itu pun tak berleha-leha. Desa ini berkemas untuk menyambut penilaian di tingkat provinsi. Warga pun pasang tekad. Sekali desa sehat, tetap sehat selamanya.

 

—————————————————————-

 

SUDAH juara, bukan berarti Bhabinkamtibmas Desa Jango Brigadir Astan bisa mengurangi aktivitas. Justru malah sebaliknya. Aktivitasnya jadi seabrek. Terutama dalam hal mengawal wilayah kerjanya agar tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi.

“Ada atau tidak adanya lomba, juara atau tidaknya. Program Kampung Sehat tetap jalan,” kata Astan pada Lombok Post, pekan lalu.

Maka, jadilah kini dia setiap hari terus memastikan desa binaannya tetap sehat dan bersih. Terutama, di tengah pandemi Covid-19 ini. Bagi Astan, malu rasanya sudah mendapatkan juara dua lomba Kampung Sehat di kabupaten, namun kondisi desanya tidak menggambarkan juara.

Desa Jango sendiri kini sedang naik daun. Itu setelah di desa ini berdiri replika Kakbah. Sudah tiga tahun lalu replika arah kiblat Umat Islam dari seluruh dunia itu didirikan di sana. Lokasinya di Dusun Rungkang Bat.

Semenjak ada replika Kakbah itu, setiap hari Desa Jango selalu dikunjungi wisatawan lokal. Dan itu tentu menjadi tantangan tersendiri di masa pandemi. Yakni bagaimana memastikan agar wisatawan lokal yang datang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, dan menjaga jarak yang berarti tidak boleh berkerumun.

Kepala Desa Jango Mutawali mengatakan, desanya memang didatangi warga yang ingin menggelar manasik haji atau umrah. Replika Kakbah tersebut kata dia berdiri di atas lahan seluas 60 are. Replika tersebut berbentuk persegi dengan panjang setiap sisi 8 meter. Sementara tingginya 11 meter. Replika Kakbah tersebut dimuat mirip seperti aslinya Masjdilharam di Tanah Suci. Hanya saja, tidak memiliki penutup atau Kiswah.

Selain itu, di sana, ada pula replika tugu atau tiang untuk melempar jumrah. Lagi-lagi mirip dengan aslinya. Kecuali ukurannya yang tidak sama. Kemudian ada pula replika makam Nabi Ibrahim dan masih banyak lagi.

Suasananya salah satu destinasi andalan desa ini juga asri. Pemerintah desa dan warga menjaga pohon-pohon pelindung yang ada di sekitar lokasi. Ada pula taman bunga yang menambah keindahan.

Mutawali mengatakan, tersedia paket Manasik Haji dan Umrah dari Rp 35 ribu hingga Rp 100 ribu per orang. Itu sudah termasuk pakaian dan foto.

Biaya yang dibayarkan tersebut digunakan untuk perawatan seluruh replika, biaya listrik, biaya air, operasional petugas pengelola dan penjaga keamanan. Sebagian kemudian disisihkan untuk membantu warga kurang mampu di desa. Termasuk anak yatim dan piatu dan lansia.

“Kami bersyukur, apa yang kami perbuat bisa membantu sesama,” kata Mutawali.

Dia mengungkapkan, tim juri lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten memberikan nilai 922 untuk desanya. Bidang kelembagaan, Desa Jango mendapatkan poin 230, Bidang Kesehatan 442, Bidang Sosial Ekonomi 170, dan Bidang Keamanan dengan poin 80. Selisih sedikit dengan Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata yang meraih juara satu dengan total nilai 950.

Di tempat terpisah, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho menyampaikan selamat kepada mereka yang meraih juara kampung sehat. Program ini kata dia harus tetap dan selalu ada. Untuk itulah pihaknya memerintahkan 139 Bhabinkamtibmas di 139 desa/kelurahan di Lombok Tengah untuk terus mengawal wilayah kerjanya agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat. (dss/r6)

Inovasi Desa Jango

  • Memiliki seluruh replika tempat suci Umat Islam yang ada di Tanah Suci Makkah  dan menjadi daya tarik wisatawan lokal.
  • Memastikan desa tetap hijau dan asri dengan menanam dan merawat pohon-pohon pelindung. Juga menyiapkan taman bunga sebagai tempat publik.
  • Menerapkan protokol kesehatan secara ketat baik bagi warga sendiri maupun warga pendatang.
  • Mendapat pemasukan dari program Manasik Haji dan Umrah sebesar Rp 35 ribu-Rp 100 ribu dari setiap wisatawan lokal.

 

Sumber: Pemdes Jango

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

JPS Mataram Disalurkan Setelah Pilkada

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh patut mendapat dua jempol. Kebijakannya terkait bpenyaluran bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap enam patut diapresiasi. “Penyaluran JPS tahap keenam akan dilakukan setelah Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang,” tegas Ahyar, Selasa (25/11).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks