alexametrics
Minggu, 7 Juni 2020
Minggu, 7 Juni 2020

Angka Kemiskinan di Lombok Tengah Hanya Turun 0,24 Persen

PRAYA-Wakil Bupati HL Pathul Bahri menyebutka, penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah tahun lalu tidak sesuai target. ”Hanya 0,24 persen saja,” keluhnya, Kamis (13/2).

      Untuk itu pihaknya mendorong seluruh Satuan Kerja Pelayan Masyarakat (SKPM) melaksankan program kerja yang terarah pada warga miskin. Itu harus tepat waktu dan tepat sasaran. Kemudian setiap SKPM tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Melainkan bahu-membahu, mengessampingkan ego sektoral.

      ”Mereka wajib bekerja sama, bersinergi dan bersatu,” ujarnya.

Misalnya, ada SKPM yang menggerakkan program makan telur dan susu kedelai bagi siswa sekolah dasar (SD), maka SKPM lain harus menyesuaikan dan menyempurnakan.

Terkait kebijakan anggaran, pemkab setiap tahun menyiapkan dana yang tak sedikit. Hal ini perlu diawasi dan terus dievaluasi. ”Kalau tahun 2018 lalu penurunannya 1,4 persen,” cetus wabup.

      Dia menargetkan, tahun ini harus lebih baik lagi. Kelemahan tahun lalu harus dijadikan pelajaran. Salah satunya, program bantuan sapi bagi warga miskin. Jangan terlalu berlama-lama berbicara syarat administrasi, survey, atau sosialisasi. Sarannya, bantuan diberikan saja dulu.

”Bantuan rumah tidak layak huni juga harus begitu,” saran Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana, terpisah.

      Pemilik rumah semacam itu otomatis kategori warga miskin. Jadi, pemkab harus memperbanyak program bedah rumah. Sarannya tiap desa 50 unit setiap tahun. Langkah itu tak hanya oleh pemerintah kabupaten saja, namun juga pemerintah desa yang kini memiliki anggaran besar.

      Selain itu, harus dipikirkan juga bantuan lain bagi mereka. Misalnya terkait pendidikan dan pelatihan usaha, atau modal usaha. Hal itu penting untuk menjamin keberlangsungan hidup warga tak mampu. Dengannya mata rantai kemiskinan dapat diputus.

      ”APBD kita tahun ini mencapai Rp 2,287 triliun. Kemudian PAD Rp 199,4 miliar,” beber Sarjana.

Aneh jika dengan anggaran tersebut kemiskinan tidak turun signifikan. Dengan perhelatan MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tahun depan, dia percaya ada potensi penurunan angka kemiskinan yang lebih besar lagi. ”Kemiskinan harus turun drastis,” harapnya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pesta Narkoba, Dua Lelaki dan Tiga Perempuan Ditangkap di Batulayar

GIRI MENANG-Lima warga digerebek tim Satres Narkoba Polres Lobar usai "pesta" narkoba di salah satu hotel di Batulayar, Kamis (4/6) lalu. Mereka terdiri dari...

Gunjingan Tetangga Lebih Menyiksa, Jangan Kucilkan Penderita Korona!

GIRI MENANG-Sebagian orang menganggap Korona sebagai ‘penyakit fitnah’. Sebab, stigma negatif yang selalu disematkan kepada pasien positif Korona maupun eks pasien positif. Atas dasar itu,...

Dampak Korona, Lombok Barat Kehilangan Rp 430 Miliar

GIRI MENANG-Keuangan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dibuat babak belur oleh wabah Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan (Rapim) terbatas di Aula Utama Kantor...

Tak Ada Zona Hijau di KLU, Kasus Korona ada di Semua Kecamatan

TANJUNG-Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus bertambah. Total kini 45 kasus, dengan Kecamatan Gangga yang akhirnya pecah telur, sebagai kecamatan yang...

Ahyar Abduh : Perekonomian Mataram Harus Tetap Tumbuh

MATARAM-Mataram ingin perekonomian tetap tumbuh meski pada masa Pandemi Covid-19. ”Kalau semua tutup tentu perekonomian tidak jalan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.   Ia...

Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G Siapkan Undian Berhadiah

MATARAM-Restoran New Bebek Ijo Ibu Fenny G outlet Lombok Epicentrum Mall (LEM) mengadakan undian berhadiah mulai Jumat (5/6) kemarin. ”Promo ini salah satu usaha...

Paling Sering Dibaca

Cek Korona di Mataram, Biaya Rapid Test Rp 400 Ribu, Swab Rp 1.250.000

MATARAM-Di masa New Normal, hasil rapid test dan swab sangat dibutuhkan. Misalnya jika Anda ingin bepergian dengan menggunakan pesawat. Padahal, biaya untuk rapid test dan...

Naik Pesawat di Masa Korona, Ini Dokumen yang Harus Dibawa!

MATARAM-Pembatasan penerbangan komersial diperpanjang hingga 7 Juni. Dengan demikian penumpang pesawat domestik wajib melengkapi sejumlah dokumen untuk bisa terbang. ”Semua syarat itu harus dipenuhi calon...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

NTB Coba-coba “New Normal”, Mulai dari Masjid dan Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Tidak ada daerah di NTB layak new normal. Dari 102 daerah yang dipersilakan pemerintah pusat menerapkan New Normal, tak ada satu pun daerah dari...