alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Mengunjungi Objek Wisata Jembatan Maiq Meres

Satu lagi objek wisata yang perlu dikunjungi wisatawan di Lombok Tengah. Namanya, jembatan maiq meres. Sebutan itu dihadiahkan untuk Bupati HM Suhaili FT dan Wakil Bupati HL Normal Suzana, kala itu.

Dedi SS – Praya

================

        Dibangun sejak tahun 1984 silam, jembatan dan saluran irigasi ini dihajatkan untuk mengairi persawahan di seluruh desa di Kecamatan Batukliang Utara, Batukliang, Kopang bahkan Kecamatan Praya. Sumber air dari kaki gunung Rinjani, tepatnya di Desa Benang Stokel. Kendati musim kemarau, air irigasi tidak pernah kering.

        Dulu, jembatan tersebut tidak memiliki nama. Namun, begitu Suhaili-Normal memimpin Loteng tahun 2010 lalu, tiga pemerintah desa menyepakati nama Maiq Meres. Bagi mereka, nama itu sudah mewakili seluruh warga Gumi Tatas Tuhu Trasna.

        Tahun 2015, mahasiswa Universitas Mataram (Unram), mendirikan gapura. Bertuliskan, objek wisata jembatan Maiq Meres. Sejak itulah, nama jembatan yang satu itu, dikenal luas ditengah masyarakat. Sehingga, wisatawan dari berbagai daerah di Loteng khususnya dan Pulau Lombok umumnya, berdatangan.

        Hari Sabtu dan Minggu, biasanya ramai dikunjungi. Mereka tidak saja menikmati arus air irigasi, yang deras dan melimpah ruah. Tapi, mengabadikan diri melalui swafoto yang sudah disiapkan. Tinggal pilih saja. Di tempat itu, disediakan pula berugak, tempat duduk dan warung. Suasana asri dan sejuk, terasa.

        Lokasinya, kalau dari jalan kabupaten, sekitar 1 kilometer (km). Setelah itu, akan melewati jalan tanah dan bebatuan. Kiri dan kanan pemandangan hamparan sawah, kebun dan hutan. Sabtu pagi (9/3) lalu, Lombok Post melihat-lihat dan menikmati objek wisata yang satu itu.

Dari cerita kepala desa (Kades) Teratak Muhammad Ipkan, bangunan jembatan tersebut, berdiri tepat di perbatasan tiga desa. yaitu, Desa Teratak, Desa Lantan dan Desa Aik Berik. “Kami kelola secara bersama-sama dan bergotong rotong,” ujarnya.

        Arus air, kata Ipkan muaranya di bendungan Babak Renggung. Di tempat itulah, para petani berbagi mengairi sawah mereka masing-masing. Koran ini pun, mengikuti arah sepanjang aliran air irigasi dengan bersepeda.

                Kalau melihat derasnya air, sebenarnya cocok untuk arung jeram. Hanya saja, ketiga pemerintah desa yang dimaksud, tidak menyediakannya. Mereka berharap, ada pihak ketiga yang mengembangkannya. “Yang penasaran, mari datanglah ke objek wisata ini. Ternyata, Loteng kaya objek wisata,” cetus Dandim 1620/Loteng Letkol CZI Prastiwanto.(*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks