alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Desa Bilebante Loteng, Sehat Berkat Pasar Pancingan

Berkat Pasar Pancingan di Dusun Tapon Timur, Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, kini menjadi desa yang sehat di segala bidang. Sehat secara ekonomi, sehat pula lingkungan dan kondisi masyarakatnya.

——————————————————

BOLEH jadi, Bilebante adalah desa yang paling siap mengikuti Lomba Kampung Sehat yang digelar Polda NTB. Ada Pasar Pemancingan di sana. Yang akhirnya menjadi pemantik segala-galanya.

Bukan karena lomba, Pasar Pemancingan itu ada di sana. Melainkan sudah direncanakan lama. Pemetaan dan perencanaan bahkan dimulai semanjak 2013-2014 lalu. Kemudian Pasar Pemancingan resmi dibuka tahun 2015. Dan sekarang memasuki tahun kelimanya.

Dari Pasar Pemancingan itulah, ekonomi warga Desa Bilebante menggeliat. Desa Wisata Pasar Pancingan ini pun semakin dikenal khalayak. Hasilnya, Pemerintah Jerman bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia mengembangkan Pasar Pemancingan ini.

Bentuknya, bukan uang atau barang. Melainkan pendidikan dan pelatihan. Antara lain pelatihan pengolahan kuliner sehat, pasar digital, bahasa Jerman dan Inggris.

“Kami juga terbantu sekali dengan semangat warga kami yang senang gotong royong,” kata pengelola Pasar Pancingan Hj Zaenap pada Lombok Post, pekan lalu.

Manakala ekonomi warga menggeliat, maka mudah bagi warga desa diarahkan untuk menjaga kesehatan. Bahkan kini, tanpa diminta warga setempat sudah menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan diri dan juga lingkungan.

Mereka sadar, bahwa kebersihan lingkungan dan juga kebersihan dan kesehatan diri adalah juga menjadi aset wisata di desa ini. Aset yang membuat wisatawan datang bertandang.

Maka, kalau Anda datang ke Bilebante, pasti akan terkesima lantaran bersihnya desa ini. Tidak boleh ada sampah yang berserakan di sana. Tersedia bak-bak sampah di beberapa titik.

Hj Zaenap mengatakan, terdapat 65 pemuda yang terlibat aktif menjaga kebersihan desa setiap hari. Mereka secara bergiliran memastikan Pasar Pancingan tetap bersih, asri, dan indah. Bahkan aman.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, tugas mereka juga bertambah. Karena harus memastikan orang per orang menerapkan protokol kesehatan, atau perilaku hidup bersih dan sehat. Hasilnya, di tempat itu tidak ada yang positif. “Kalau sudah bersih, maka kita pasti sehat,” tandas Zaenap.

Sedangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Perempuan kelahiran 10 April 1970 itu menuturkan, sebagian besar warga Desa Bilebante terlibat. Bentuknya antara lain menyiapkan kuliner sehat di rumah masing-masing. Kemudian dijual ke Desa Wisata Pasar Pancingan. Yang menjual, remaja putri sebanyak 15 orang dan ibu-ibu 17 orang. Mereka menggunakan pakaian adat Sasak.

Tersedia lapak sebanyak 17 titik di luas lahan 1,5 hektare. Piring dan mangkuk yang digunakan, dari gerabah. Saat ini, sedang perencanaan pengembangan. Luas lahan yang disiapkan mencapai 70 ha.

Kenapa disebut kuliner sehat, karena bahan-bahannya alami. Tidak mengandung bahan pengawet atau bahan kimia berbahaya sedikit pun. Semua dari alam. Sebut saja bakso rumput laut, serabi dan lupis rumput laut, kelepon, aneka olahan ubi, urap-urap, pecel, rujak, aneka bubur, aneka kopi, madu dan masih banyak lagi.

Selain kuliner, tersedia pula kerajinan songket dan anyaman-anyaman bambu, dan rotan. Tempat-tempat swafoto, kolam pemancingan, berugak, kolam pemandian, panggung pementasan musik, tempat massage tradisional, kamar mandi dan musala. “Pernah sekali perputaran uang ditempat kami ini sebesar Rp 38 juta,” cerita Zaenap.

Desa Wisata Pasar Pancingan hanya dibuka setiap Minggu dan hari-hari lain libur. Dibuka sejak pukul 07.00 Wita- pukul 12.00 Wita. Hanya saja, Rabu (8/7) dibuka karena digelar video conference dengan Pejabat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Kemudian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Lebih lanjut, Zaenap menambahkan, alat transaksi yang digunakan di Desa Wisata Pasar Pancingan bukan uang. Melainkan, kepeng atau kertas yang dilaminating bertuliskan kepeng 10, kepeng 5 dan kepeng 2. Tentu saja, uang asli harus ditukarkan terlebih dahulu oleh para pengunjung untuk mendapatkan kepeng tersebut.

Bupati HM Suhaili FT optimistis, Desa Bilebante akan mendapatkan juara Lomba Kampung Sehat. Baik tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi. “Desa ini sangat lengkap,” pujinya. (dss/r6)

Desa Wisata Pasar Pancingan

  • Menjadi objek wisata desa sejak tahun 2015
  • Di buka setiap hari minggu dan hari-hari lain libur
  • Sekali dibuka, perputaran uang bisa Rp 38 juta.
  • Melibatkan 65 pemuda menjaga kebersihan, keasrian, keindahan dan keamanan setiap hari
  • Melibatkan 15 remaja putri dan 17 ibu-ibu berjualan kuliner sehat
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks