alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Tak Masuk Zona Merah, Loteng Ikut Berlakukan PPKM Mikro

PRAYA-Pemerintah Provinsi NTB mulai memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro untuk daerah zona merah. Namun meski berstatus zona oranye, gugus tugas Covid-19 dan Pemkab Loteng sepakat ikut menerapkan kebijakan PPKM mikro. Ini karena kasus covid meningkat dan status Loteng naik jadi zona oranye.

Lockdown setingkat RT/RW akan kita berlakukan atau menyesuaikan di mana kasus Covid-19 itu terjadi,” kata juru bicara gugus tugas Covid-19 Loteng HL Herdan, Minggu (14/1/2021).

Langkah itu dijalankan, karena di beberapa wilayah di Loteng mulai mengkhawatirkan. Atas dasar itulah, bupati disisa masa jabatannya, kembali turun ke akar rumput.

Kata dia, orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu, kembali mengingatkan warga patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kemudian bersama-sama mensukseskan program vaksinasi.

Dua langkah itu menjadi senjata paling ampuh melawan Covid-19. “Prinsipnya, kita akan mengikuti keputusan pemerintah pusat terkait penanganan Covid-19 ini,” papar Herdan.

Sementara itu, Kasatpol PP Loteng HL Aknal Afandi mengatakan, operasi yustisi yang digelar pihaknya atau bersama tim gabungan jalan terus. Bisa dikatakan setiap hari, tidak ada hari libur.

Ada yang bersifat edukasi dan sosialisasi saja. Ada pula peringatan keras, lewat sanksi sosial dan sanksi denda. “Seperti yang kita gelar di jalan raya Rabitah Praya,” ujar Aknal terpisah.

Di tempat itu, Satpol PP Loteng berhasil menemukan sembilan pelanggar prokes. Mereka kemudian menerima sanksi sosial berupa, membersihkan sampah dan push up. “Tidak ada sanksi denda,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga memantau penerapan prokes di Taman Tonjeng Beru, Alun-alun Tastura dan Masjid Agung Praya. Menurut dia, kesimpulan sementara masih ada saja warga yang tidak patuh dan disiplin. “Ada saja alasannya,” keluhnya.

Potret semacam itu, membuat angka positif di Loteng semakin bertambah. Di satu sisi, pemerintah dan aparat tidak pernah bosan-bosannya mengingatkan prokes. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks