alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cuaca Buruk, Banjir Terjang Tiga Desa di Lombok Tengah

PRAYA—Banjir menerjang tiga desa di Lombok Tengah. Itu setelah hujan menguyur dari pukul 16.30 Wita, Jumat (13/3) hingga Salat Subuh pukul 04.30 Wita, Sabtu (14/3). Air  menggenangi rumah-rumah warga, akses jalan dusun, kandang sapi, kandang ayam, lahan pertanian dan lahan perkebunan.

Ketiga desa yang dimaksud meliputi Dusun Rajan di Desa Pengembur, menggenangi 10 unit rumah. Kemudian Dusun Peras di Desa Kidang 90 unit rumah dan Dusun Pasung di Desa Bangkat Parak 30 unit rumah, ditambah SDN Pasung. “Banjir seperti ini sudah biasa kami alami,” kata Inaq Leme, warga Dusun Peras pada Lombok Post.

Musibah di dua dusun di dua desa, di ujung selatan timur Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut, setiap tahun terjadi. Begitu musim hujan, pasti banjir. Itu karena kondisi geografis dataran rendah. Sehingga, air tidak saja datang dari aliran sungai desa-desa tetangga. Namun, akibat air laut pasang.

Pantauan Lombok Post, banjir setinggi betis orang dewasa. Tidak ada kepanikan atau ketakutan dari warga. Mereka beraktivitas seperti biasa. Ada yang duduk-duduk santai di teras rumah, ada yang memberi pakan ternak sapi, sekedar melihat-lihat genangan air hingga anak-anak yang bermain sambil mandi.

“Paling dua atau tiga hari kedepan, air nya sudah surut,” tambah warga lainnya Pakumah. Dia menceritakan, pemkab sejak awal sudah meminta warga di Dusun Peras dan Dusun Pasung, direlokasi. Hanya saja, warga menolak lantaran sudah turun temurun mendiami dan mewarisi tanah yang ada.

Kalau banjir nya parah, kata dia biasanya warga mengungsi di perbukitan dan pegunungan, tidak jauh dari pemukiman. Itu pernah terjadi tahun 2015 lalu. Air setinggi perut, bahkan dada orang dewasa, meluap ke dalam rumah-rumah warga. Ternak-ternak sapi, ayam bahkan tambak udang hanyut. Lahan pertanian gagal tanam.

“Anak-anak yang bersekolah diliburkan juga,” kata warga Dusun Pasung Ahmad Zais, terpisah. Potret itu terjadi di SDN Pasung. Air menggenangi halaman sekolah. Dia berharap, pemerintah mencarikan jalan keluar terbaik.

Namun, bukan relokasi. Melainkan, solusi lain. Misalnya, membangun aliran-aliran sungai baru, dan atau normalisasi aliran sungai, membangun dam atau bendungan. “Kalau tidak seperti itu, maka banjir di tempat kami ini seolah menjadi cerita biasa saja,” sindirnya.

Dalam kesempatan itu, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng turun ke lokasi banjir. Tujuannya, untuk mendata apa saja kebutuhan warga. Setelah itu, akan dilaporkan ke bupati, guna diberikan bantuan. “Yang paling penting, kesehatan warga,” kata Sekretaris BPBD Loteng Sabardi Alam.

Untuk itulah, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng. Harapannya, segera menurunkan tenaga medis, alat kesehatan dan obat-obatan. Yang dikhawatirkan, demam berdarah, diare, gatal-gatal, alergi, ispa, infeksi, hipertensi atau disentri. Selain itu, akan berkoordinasi juga dengan Dinas Sosial (Dinsos) Loteng. Itu menyangkut bantuan sembako.

“Penyebab banjir tahunan ini, karena ulah warga itu sendiri,” tegasnya. Aliran-aliran sungai dipersempit. Mereka membangun oven-oven tembakau dan rumah. Kemudian, menanam pisang. Parahnya lagi, hutan gundul. Pohon-pohon pelindung ditebang, lalu di tanam tanaman jagung dan padi.

Berikutnya, penambangan tanak uruk. Sehingga, satu-satunya solusi relokasi, tidak ada solusi lain. “Ini sudah sering disampaikan pak bupati,” pungkas Sabardi.(dss)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks