alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

SMP di Lombok Tengah Buka September, TK dan SD November

PRAYA-Pola pembelajaran dari rumah diputuskan diperpanjang hingga Agustus. “September baru kita buka untuk SMP dulu, TK dan SD November,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lombok Tengah H Sumum saat menggelar rapat persiapan pembelajaran sekolah di ruang rapat kantor bupati, Selasa (14/7).

Dia menekankan, itu masih sebatas rencana. Karena tergantung dari situasi pandemi covid-19. “Jika kasusnya masih ada, maka mau tidak mau belajar di rumah kembali diperpanjang,” paparnya.

Jumlah sekolah lingkup disdik sebanyak 1.538 lembaga. Terdiri dari 771 PAUD/TK negeri maupun swasta. Kemudian 604 SD dan 163 SMP negeri maupun swasta. “Di buka atau tidaknya sekolah-sekolah tersebut, tergantung bupati,” paparnya dihadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan, Kepala Kemenag Loteng H Jalalussayuthi, Plt Kepala BPBD Loteng Murdi dan para pemerhati pendidikan.

Prinsipnya, disdik siap mematuhi petunjuk dan perintah bupati, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Disdik tidak ingin, anak didik menjadi korban. Sehingga kebijakan belajar di rumah, menjadi pilihan yang tepat.

“Kalau kami terdapat 270 pondok pesantren (ponpes) dan 982 madrasah, dari RA hingga MA negeri maupun swasta,” sambung Kepala Kemenag Loteng H Jalalussayuthi.

Dia menerangkan, dari sekian banyak lembaga pendidikan tersebut, hanya dua yang meminta izin untuk melakukan aktivitas pendidikan. Itu pun sebatas memperdalam ilmu kitab dan ilmu agama. Begitu dicek, mereka disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Yang lain, tetap belajar di rumah dengan sistem daring,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dikbud NTB H Aidy Furqan mengingatkan, pola pembelajaran di ruang kelas harus diperhatikan dan dilaksanakan. Isi ruang kelas maksimal 18 orang, jarak meja dan kursi atau tempat duduk siswa minimal 1,5 meter. Waktu belajar maksimal empat jam saja, tidak boleh lebih dari itu.

“Kalau ada yang masuk pagi dan siang hari, tolong ini diatur sedemikian rupa,” serunya.

Berikut wajib menggunakan masker, wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, melakukan pengecekan suhu tubuh siswa dan guru sebelum masuk halaman sekolah. Dia berharap 4-5 bulan ke depan sudah masuk era new normal. “Mohon ini menjadi perhatian kita semua,” pesannya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks