alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

 

Dedi Shopan Shopian, Lombok Tengah

 

Sejak dibukanya lapak sayur, Lingkungan Embung Bengkel mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Karena warga banyak warga yang datang. Itu karena, sebagian petani beralih menanam sayur-sayuran. tidak lagi padi atau tanaman palawija lainnya.

“Setiap pagi dan sore ada saja yang datang. Rata-rata ibu rumah tangga dan remaja,” ujar Amaq Basirun, salah satu petani yang menyediakan lapak sayur-sayuran.

Di tempatnya itu, tersedia tanaman terong, cabai, pepaya, kacang tanah dan kacang panjang, daun singkong, bayam, buncis, kemangi, gambas atau oyong, tomat, pisang dan tebu. Luas areal tanamnya 4 are. “Itu tahap awal dan perkenalan,” paparnya.

Setiap hari, Amaq Basirun merawat tanamannya tersebut. Pria 52 tahun itu, harus memastikan tanamannya tidak terserang hama dan tetap segar. Pupuk yang digunakan dari pupuk organik. Bukan pupuk kimia. Itu disiapkan pemerintah kelurahan. Usahanya itu digeluti sejak tiga bulan yang lalu.

Namun, mulai dipasarkan dan diperkenalkan beberapa hari ini. Caranya, warga tinggal memetik sendiri sayur yang mana yang diinginkan. Setelah itu, ditimbang dan dibayar ditempat. Harganya tidak semahal sayur di pasar.

Kelebihannya, masih segar-segar. Jangan khawatir, wadah untuk memetik sayur-mayur dan plastik sudah disiapkan. Tidak perlu dibawa dari rumah.

“Amaq Basirun ini, satu dari sekian banyak petani di Lingkungan Embung Bengkel,” sambung Lurah Leneng HL Muhammad Isnaini, ditempat yang sama.

Di Embung Bengkel ini, terdapat 130 kepala keluarga (KK). Sebagian besar bertani. Untuk itulah, pemerintah kelurahan belajar bertani terlebih dahulu ke Sembalun. Kemudian menerapkannya ke para petani. Hasilnya, ternyata disambut baik warga. Mereka tidak saja datang memetik dan membeli sayur.       “Tapi ada yang sekadar swafoto saja,” cerita Isnaini.

Kata dia, bagi pengunjung, kini mereka tidak perlu jauh-jauh ke Sembalun, karena di daerah sendiri ada. Atas dasar itulah, pemerintah kelurahan akan memperluas areal tanam. Ditargetkan mencapai puluhan hektare (ha).

Dari sisi geografis, lokasinya berdekatan dengan kantor bupati, IPDN dan Poltekpar Lombok. Terdapat akses jalan hotmix dan bertanah menuju jalan utama bandara. Sehingga, setiap pagi dan sore biasanya digunakan warga untuk berolahraga. Rata-rata lari dan bersepeda.

Sebagian lagi, sekadar nongkrong dan jalan-jalan. Potret semacam itulah, membuat warga dan pemerintah kelurahan mengambil peluang usaha. Ke depan akan membuka rute bersepeda keliling sawah, membuka lapak-lapak dipinggir jalan, pusat permainan anak-anak dan keluarga, lokasi swasfoto, dan kolam pemancingan.

“Kami berharap pemerintah provinsi mendukung. Karena ada asetnya seluas 73 are. Semoga pengelolaannya diberikan ke kami,” harapnya. (r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks