alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Dewan Lombok Tengah Keluhkan Buruknya Kondisi Jalan

PRAYA-Kerusakan infrastruktur jalan kabupaten di Lombok Tengah kembali jadi sorotan anggota dewan. “Di tempat saya, ada empat ruas yang belum disentuh (perbaikan) sama sekali,” ujar anggota Komisi III DPRD Loteng HM Sidik Maulana, Kamis (13/8).

Kata dia, kerusakannya sama seperti jalan-jalan yang belum di hotmix. Seperti ruas jalan Bonder-Pandan Indah. “Kami minta dibangun secara bertahap,” harap politisi PKS dari dapil Batukliang-Batukliang Utara tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Loteng Andi Mardan mengatakan, di tempatnya juga ada. Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena kewenangan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ada ditangan eksekutif.

“Dewan sebatas mengusulkan dan meminta, atas dasar aspirasi rakyat. Prinsipnya, kita ingin semua akses jalan kabupaten ini mantap,” kata politisi Demokrat Dapil Jonggat-Pringgarata tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Loteng HL Sarjana menekankan di dapil Praya Barat-Praya Barat Daya, ada beberapa ruas jalan yang perlu secepatnya ditangani juga. Yakni, ruas jalan Bonder-Pandan Indah, ruas jalan Pelambik-Serage, ruas jalan Mangkung, ruas jalan Keling-Jabon di Desa Selong Belanak, jembatan Desa Mangkung dan jembatan Desa Selong Belanak.

“Khusus jembatan tolong diperlebar dan ditingkatkan kualitasnya,” saran Sarjana.

Dia menerangkan, untuk jembatan di Desa Mangkung kondisinya sempit. Tidak bisa dilalui dua kendaraan roda empat sekaligus. Jika berlawanan arah, maka mau tidak mau, harus ada yang mengalah.

Sedangkan jembatan di Desa Selong Belanak, mulai tergerus akibat dihantam ombak laut. Sehingga perlu dipikirkan bagaimana meningkatkan kualitas bangunannya.

Dia menilai, jika dianggarkan pasti besar. Solusinya, harus dilakukan secara bertahap atau sesuai skala prioritas. “Kami di dewan siap mendukung dari sisi anggaran dan regulasi,” papar politisi PKB tersebut.

Menurut dia, yang terpenting, pemkab mulai menyusun perencanaannya. “Tahun berapa dibangun, di mana dibangun dan berapa kebutuhan anggarannya,” pungkasnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks