alexametrics
Selasa, 27 September 2022
Selasa, 27 September 2022

PUPR Loteng Sebut Ruas Jalan Keramat Jati-Tumpak Dikerjakan Tahun Depan

PRAYA-Perbaikan jalan dari Desa Persiapan Keramat Jati menuju Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah akan dikerjakan tahun depan. Atau paling lama tahun 2024 mendatang.

“Warga sabar dulu. Tinggal menunggu giliran saja,” tandas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Loteng Lalu Rahardian pada Lombok Post, Minggu (14/8).

Saat ini, kata Rahardian perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan sedang berlangsung. Totalnya mencapai 90 kilometer (km). Tersebar di beberapa titik di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Dinasnya pun tetap mengingatkan perusahaan-perusahaan pemenang tender agar memperhatikan kualitas.

Apalagi, anggaran perbaikan dan pembangunannya mencapai Rp 2,5 miliar per 1 km. Sudah termasuk saluran drainase atau sarana dan prasarana pendukung lain. “Persoalan waktu pengerjaan juga tetap kita ingatkan,” tandasnya lagi.

Baca Juga :  Setujui Alokasi Rp 19,6 Miliar, DPRD Loteng Dukung Percepatan Vaksinasi

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Loteng HM Mayuki menjelaskan, untuk anggaran perbaikan infrastruktur jalan sendiri disiapkan lewat dana alokasi khusus (DAK). Nilainya mencapai Rp 50 miliar atau sepanjang 20 km.

Perbaikan untuk jalan yang sudah diaspal sebelumnya, namun kondisinya sudah rusak berat. Saat musim kemarau jalan berdebu dan berbatu. Sebaliknya, kalau musim hujan, kondisi jalan berlumpur dan ada kubangan air.

“Seperti jalan di Desa Tanak Awu menuju Desa Pengembur,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Loteng tersebut.

Sedangkan untuk pembangunannya, kata Mayuki, disiapkan lewat anggaran pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Nilainya sebesar Rp 200 miliar, atau sepanjang 70 km. “Prioritas utama perbaikan dan pembangunannya yakni, jalan-jalan pariwisata,” paparnya.

Baca Juga :  UMK Loteng Jadi Rp 2 juta

Bagi wilayah-wilayah yang belum tersentuh, pihaknya memastikan akan mengawal, guna diperjuangkan pada tahun-tahun berikutnya. Bagi Mayuki, keberadaan infrastruktur jalan yang mantap dapat meningkatkan roda ekonomi masyarakat. Termasuk mempermudah akses pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, perkebunan dan lain sebagainya.

“Sebenarnya kita ingin semua diperbaiki dan dibangun secara serentak. Tapi, karena keterbatasan anggaran, maka kita tunggu saja,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/