alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Dukcapil Loteng Data Ulang Warganya yang Sudah Meninggal Dunia

PRAYA-Warga Lombok Tengah yang sudah meninggal dunia didata ulang. Langkah itu untuk memastikan nama-nama mereka dicoret dari data kependudukan. Karena selama ini, ada beberapa dari mereka yang  namanya justru tercantum dalam penerima bantuan sosial hingga masuk dalam daftar pemilih.

“Ini kita jalankan berbasis desa/kelurahan,” tandas Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Loteng Alfian Muntaha pada Lombok Post, Rabu (15/6).

Untuk itu, setiap pemerintah desa/kelurahan berkewajiban melaporkan data warganya secara detail. Siapa, di mana, berapa dan kapan warganya meninggal dunia. Pemdes akan dibantu petugas registrasi dukcapil yang tersebar di 139 desa/kelurahan dan di 15 desa persiapan di seluruh Loteng.

Setelah data terkumpul, maka dukcapil akan membuat buku pokok pemakaman. Setelah itu, diterbitkanlah akta kematian. Kemudian namanya akan dikeluarkan dari kartu keluarga (KK). “Setiap bulan kita akan lakukan update data seperti ini,” ujar Alfian.

Baca Juga :  Bupati Loteng Ajak BKD dan BKK Ikut Sukseskan MotoGP

Dengan begitu, kata Alfian, setiap tahun ketahuan berapa warga Gumi Tatas Tuhu Trasna yang sudah meninggal dunia dan yang masih hidup. “Kami pastikan data kependudukan di daerah kita ke depan semakin valid,” kata mantan Kabid Retribusi dan Penerimaan Yang Sah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Loteng tersebut.

Senada dikatakan Anggota Pokja Tim Koordinator Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Loteng Saiful Muslim. Dia menambahkan, dari laporan dinas terkait dan temuan di lapangan, masih ada data warga yang meninggal dunia yang justru mendapatkan program bantuan kemiskinan. “Itu karena menggunakan data lama,” tandas Saiful, terpisah.

Untuk meminimalisasi kejadian serupa, pihaknya tetap dan selalu melakukan monitoring dan pengecekan langsung. Modelnya berbasis rumah per rumah, sehingga ketahuan siapa mendapatkan apa, di mana, dan berapa.

Baca Juga :  Innalillahi, Seorang JH Asal Sumbawa Meninggal di Arab Saudi

Sementara itu, Kepala Dukcapil Loteng Baiq Anita Nindiana mengatakan, kebijakan pendataan ulang warga yang meninggal dunia itu sendiri baru dimulai tahun ini. Dukcapil menargetkan akhir tahun ini juga tuntas. Sekaligus untuk menjawab persiapan Pemilu tahun 2024.

“Pengumpulan data dimulai dari ketua RT, kepala dusun (kadus) dan petugas registrasi. Kemudian dibawa ke pemerintah desa,” terang Anita. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/