alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Marshal MotoGP Dapat Jaminan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

PRAYA-Pemkab Lombok Tengah langsung berkoordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA). Sebelumnya, Serikat Pekerja Nasional (SPN) mempersoalkan jaminan kesehatan para marshal bekerja untuk MotoGP.

“Ini benar-benar kita lupakan,” tandas Bupati Loteng HL Pathul Bahri, Rabu (16/3).

Dia menceritakan, kemarin, para pengurus SPN Loteng datang ke ruang kerjanyanya. Para pengurus mengancam akan menggelar aksi secara besar-besaran saat MotoGP.

Tidak saja melibatkan SPN Loteng, tapi perwakilan SPN di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Mereka menyoroti nasib marshal yang bertugas di sirkuit Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal ini dilakukan setelah belajar dari persoalan yang terjadi saat World Superbike (WSBK) November tahun lalu.“Sehingga saya langsung memutuskan, bahwa jaminan kesehatan dan keselamatan para marshal ditanggung,” tegas Pathul.

Baca Juga :  Dua Pemuda Desa Beleka Loteng Ditemukan Bersimbah Darah di Jalan

Dia menekankan, intinya kalau ada apa-apa dengan marshal sudah ada yang bertanggung jawab. Kendati demikian, tanggung jawab itu tidak saja Pemkab Loteng. Melainkan, bekerja sama pula dengan ITDC dan MGPA.

“Saya bersyukur, lewat jawaban saya itu teman-teman SPN membatalkan aksinya,” papar Pathul.

Lebih lanjut, pihaknya berharap selama MotoGP jangan sampai ada riak-riak sekecil apapun. Loteng harus menjadi tuan rumah yang baik. Sebagai langkah antisipasi dini, pihaknya telah meminta bantuan pada seluruh badan keamanan desa (BKD), badan keamanan kelurahan (BKK) hingga Pam Swakarsa.

Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan kondusivitas daerah di tingkat akar rumput. “Mohon kerja samanya kita semua. Ini demi daerah kita tercinta,” seru Pathul.

Baca Juga :  Pajak dan Retribusi Daerah Diduga Bocor, DPRD Loteng Bentuk Pansus

Sementara itu, Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, pihaknya tetap dan terus memprioritaskan tenaga marshal lokal Loteng. Sisanya, dari luar Loteng. Mereka dari kabupaten/kota di NTB dan Indonesia. Jumlah tenaga marshal yang bertugas saat MotoGP sendiri sebanyak 325 orang orang.

“Sedangkan jumlah secara keseluruhan sebanyak 450 orang. 350 orang diantaranya dari warga lokal,” pungkasnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/