alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Jalur Bypass Bandara-KEK Mandalika Ditarget Tuntas Akhir Tahun

PRAYA-Jalan bebas hambatan (bypass) dari Lombok International Airport (LIA) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah segera dibangun. “Hari ini (kemarin) tahap sosialisasi,” kata Sekda Loteng HM Nursiah usai memimpin rapat sosialisasi di aula kantor camat Pujut, Kamis (16/7).

Rencananya, panjang jalan itu mencapai 17 kilometer (km) dan lebar 50 meter. Sedangkan, total lahan yang dibebaskan mencapai 639 bidang tanah, atau seluas 98 hektare (ha).

Jumlah pemilik lahan sebanyak 531 kepala keluarga (KK). Sementara anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,4 triliun. “In syaa Allah, proses konstruksi dalam beberapa minggu ke depan atau paling telat bulan depan,” paparnya.

Kata dia, pemerintah menargetkan akhir tahun sudah rampung. Karena tahun 2021 akses jalan strategis nasional tersebut sudah bisa digunakan. Itu untuk memudahkan angkutan perhelatan MotoGP di KEK Mandalika.

Berbicara waktu tempuh, akses jalan ini lebih cepat daripada yang ada sekarang. Rute yang dilalui melewati Desa Tanak Awu, Desa Ketare, Desa Sengkol, Desa Segala Anyar, Desa Sukadana, Desa Pengengat dan Desa Mertak.

Camat Pujut Lalu Sungkul meminta tujuh desa yang yang dimaksud harus mendukung dan mensukseskannya. Bentuknya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjaga kondusivitas daerah dan menjamin seluruh tahapan proyek berjalan lancar, aman dan terkendali.

Dia menegaskan, tidak boleh ada yang mengganggu, apalagi menghalang-halangi. “Saya minta kepala desa (kades) dan tokoh masyarakat terdepan,” seru Sungkul.

Kata dia, pemkab dan pemerintah kecamatan memastikan siap memfasilitasi warga desa yang ingin bekerja. Baik penyediaan tanah uruk lapis pondasi bawah maupun lapis pondasi atas, atau sesuai petunjuk teknis perusahaan pemenang tender dan pemerintah pusat. “Jangan ragukan kami,” tegas Kades Ketara Lalu Buntaran.

Dia memastikan siap mengawal pembangunannya sampai tuntas. Apalagi, akses jalan itu sudah lama ditunggu-tunggu. Karena kalau terwujud, maka yang pertama kali merasakan dampaknya adalah masyarakat. “Roda perekonomian mereka meningkat,” ujar Buntaran. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks