alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Bau Nyale Harus Bebas Miras

PRAYA-Warga dan wisatawan yang datang bau nyale di pantai Seger di Desa Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, dilarang mabuk-mabukan. Jika ditemukan, polisi akan menindak tegas. Sebagai langkah antisipasi, mereka mulai menyisir pedagang minuman keras (Miras).

        “Yang tidak mengantongi izin, kami sita dan berikan surat peringatan,” kata Kapolres Loteng AKBP Budi Santosa SIK, melalui Kasat Narkoba Polres Loteng AKP Dhafid Shiddiq, kemarin (18/2).

        Langkah tersebut, bebernya mulai dilaksanakan beberapa hari lalu. Terakhir, Minggu (17/2) menyisir sejumlah dusun, di Desa Kuta dan Desa Rambitan. Tempat kejadian perkara (TKP) pertama, di Dusun Nyampe Desa Rambitan, tepatnya di warung milik LS (inisial-red). Barang bukti, masing-masing dua botol  Whisky, Vodka, Jamaica Rum, Tequila, Drygin dan Robinson jenis Drum.

        Kedua, lanjutnya di Dusun Lingis Desa Kuta, tepatnya di warung dan kafe milik inisial TS dan SH. Barang bukti, masing-masing satu jerigen brem putih ukuran 30 liter dan satu jirigen brem merah ukuran 30 liter juga. Kemudian, 6 botol besar brem putih.

        Ditempat yang berbeda, beber Dhafid ditemukan lagi 36 botol besar minuman tuak dan 16 botol kecil minuman tuak. Pemilik inisial RS, warga Dusun Kuta Dua desa setempat. Tidak berhenti disitu, di Dusun Ebunut ditemukan dua penjual miras illegal. Masing-masing 24 botol bir bintang ukuran besar, pemilik inisial LN. Lalu, 10 botol bir bintang ukuran besar juga, pemilik MS.

        Ia memastikan, razia miras tetap berlangsung, hingga puncak acara bau nyale 24 Februari mendatang. Harapannya, tradisi tahunan di Loteng tersebut, berjalan aman dan nyaman. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polres dan Kodim, menyangkut keamanan areal parkir,” sambung Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan, terpisah.

        Termasuk, tambah Herdan dengan aparatur pemerintah desa setempat, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan (Dishub). “Begitu pula, menyangkut keamanan seluruh pengunjung,” ujarnya.(dss/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks