alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Demi Kebaikan Bersama, Wabup Loteng Minta Warga Tak Tolak Lokasi Karantina Korona

PRAYA-Warga Lombok Tengah diingatkan kembali pentingnya kesamaan sikap, bersatu melawan Covid-19. ”Salah satu caranya, jangan sampai ada penolakan lokasi karantina,” pesan Wakil Bupati Loteng HL Pathul Bahri, kemarin (17/4).

Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di ruangannya. Rapat dilaksanakan secara teleconference. Disaksikan pejabat lingkup pemkab, pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, dan tokoh masyarakat.

Pernyataan itu adalah jawaban atas sikap sekelompok warga desa, yang keberatan dengan penetapan lokasi karantina. ”Justru dengan lokalisasi karantina itulah, memudahkan dan mempersempit penyebaran Korona,” ujarnya.

Untuk itulah, pihaknya meminta semua pihak menyampaikan pemahaman kepada warga. ”Kalau masih ada penolakan, mohon bantuan aparat TNI/Polri. Tindak tegas,” ancam wabup, didampingi Sekda Loteng HM Nursiah dan Ketua DPRD Loteng M Tauhid.

Termasuk, kata dia yang menolak di karantina. Hal ini berlaku bagi seluruh pelaku perjalanan tanpa gejala (PPTG). Termasuk bagi kelompok masyarakat yang pulang dari acara di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Jika tidak mematuhi kebijakan pemkab, maka terpaksa mereka dijemput paksa di rumah masing-masing.

”Kita bersyukur, daerah kita sudah keluar dari zona merah,” ujar wabup.

Hanya saja pesannya, jangan lengah dan menyepelekan. Melainkan harus memperkuat langkah bersama melawan Virus Korona.

Terpisah, Kapolres Loteng AKBP Budi Santosa mengatakan, ada satu anggotanya yang mengikuti proses karantina di Rumah Mutiara Indonesia (RMI). Yang bersangkutan baru saja kembali dari luar daerah. Karantina dilaksanakan selama 14 hari. Hasilnya dinyatakan sehat, sehingga bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Langkah semacam itu, diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat pada umumnya. Ikuti saja kebijakan pemerintah, jangan melawan. Dia menambahkan, pada tingkat polres dan polsek secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan. “Termasuk di ruang tahanan, narapidana juga,” pungasnya. (dss/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks