alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Tak Kunjung Diperbaiki, Atap Ruang Guru SDN 2 Sukarara Loteng Ambruk

PRAYA-Atap ruang guru SDN 2 Sukarara di Dusun Ketangge, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah ambruk. “Peristiwa itu terjadi Selasa (18/7) malam atau usai salat Isya,” kata Kepala SDN 2 Sukarara Riamin pada Lombok Post, Rabu  (19/5).

Suara atap ambruk itu, kata Riamin, didengar penjaga sekolah. Rumahnya tidak jauh dari sekolah. Penjaga kemudian menghubungi dirinya.

“Hari ini (18/5) bisa kita lihat sendiri kondisinya,” lanjut Riamin sembari memperlihatkan sebagian atap yang roboh.

Kerusakan ruang guru itu sendiri terjadi sejak tahun 2015 lalu. Sejak dibangun tahun 1982 hingga sekarang tidak pernah diperbaiki. Pihak sekolah berkali-kali mengajukan permohonan bantuan.

Berawal dari rehab ringan, rehab sedang hingga sekarang mau tidak mau harus direhab berat. Sayangnya, yang direhab dan dibangun justru kamar mandi dan tiga ruang kelas.

Baca Juga :  Sangkep Warige Penentuan Jadwal Bau Nyale Sudah Digelar, Ini Hasilnya!

“Sejak itulah, kami tidak berani berada di ruang guru. Kami kemudian memanfaatkan satu ruang kelas,” papar Riamin.

Dikatakan, kondisi seperti itu tentu berpengaruh pada anak didik. Di mana, ruang kelas mereka harus dipakai untuk kasek, guru dan pegawai administrasi. Sehingga tinggal menyisakan lima ruang kelas.

Kelima ruang kelas itulah yang digunakan para siswa. Untuk siswa kelas I dan siswa kelas II menggunakan satu ruang kelas. Namun dengan sistem giliran.

Begitu siswa kelas I pulang sekolah pukul 10.00 Wita, maka selanjutnya diisi oleh siswa kelas II. Begitu seterusnya.

Pola belajar semacam itu sudah berjalan delapan tahun lamanya, atau saat ruang guru tidak terpakai lagi. Sedangkan siswa kelas III, kelas IV, kelas V dan kelas VI belajar di ruang kelasnya masing-masing.

Baca Juga :  BNNP NTB Sebut Satu Desa di Loteng Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba

Untuk itu, pihaknya berharap pemkab segera membantu. Jika tidak, kasihan para siswa. Karena di satu sisi, tidak ada bangunan lain yang bisa dimanfaatkan untuk ruang guru. Kecuali, ruang kelas. “Semoga ada jalan keluar terbaik,” harapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Loteng Adi Bagus Karya Putra memastikan segera mengingatkan pemkab dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng guna menjalankan program prioritas. Salah satunya memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak berat maupun rusak sedang.

“Tahun ini, kami Komisi IV akan mengecek dan mendata berapa sesungguhkan sekolah-sekolah yang rusak,” ujar Bagus.

Begitu terkumpul, maka data tersebut menjadi acuan kebijakan anggaran dan program kerja berikutnya. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/